KabarBaik.co, Ponorogo – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri. Kali ini, kampus berbasis pesantren tersebut menggandeng JNE dengan menghadirkan layanan logistik langsung di lingkungan kampus melalui pembukaan sales counter JNE.
Peresmian sales counter JNE UNIDA Gontor digelar di Kampus UNIDA Gontor, Ponorogo, Jumat (10/7). Kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah aktivitas akademik sekaligus mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan sivitas akademika.
Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, didampingi Direktur JNE Chandra Fireta dan Edi Santoso, serta SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi bersama jajaran manajemen JNE Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, JNE dan UNIDA Gontor juga menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan itu ditandatangani oleh Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed., M.Phil. bersama Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaborasi di masa mendatang.
Usai penandatanganan MoU, JNE meresmikan sales counter yang berada di bawah naungan UNIDA Edupreneur Center (UEC). JNE juga menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan.
Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto mengatakan, kehadiran layanan logistik di lingkungan kampus bukan sekadar mempermudah pengiriman barang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa.
“Keberadaan sales counter JNE di lingkungan kampus ini diharapkan memudahkan mahasiswa, tenaga pendidik, karyawan maupun masyarakat sekitar. Namun yang paling penting adalah bagaimana keberadaan JNE dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurut Feriadi, kemudahan akses logistik akan membantu mahasiswa yang sedang mengembangkan usaha maupun berbagai kegiatan akademik yang membutuhkan layanan distribusi secara cepat dan terpercaya.
Sementara itu, Rektor UNIDA Gontor Prof.
Hamid Fahmy Zarkasyi menilai akses logistik yang mudah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk hasil kreativitas mahasiswa serta sivitas akademika.
Dengan adanya kantor layanan di dalam kampus, proses pengiriman dokumen, produk usaha, hingga hasil penelitian dapat dilakukan lebih praktis, cepat, dan efisien tanpa harus keluar dari lingkungan universitas.
“Keberadaan JNE di UNIDA Gontor diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat berwirausaha sekaligus menjadi laboratorium entrepreneurship bagi mahasiswa. Tidak hanya mempermudah distribusi produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan bisnis berbasis digital yang kini semakin berkembang,” kata Hamid.
Sales counter JNE juga diharapkan mendukung berbagai kebutuhan sivitas akademika, mulai dari pengiriman dokumen administrasi, buku, hasil penelitian, hingga perlengkapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai daerah.
Di sisi lain, unit usaha mahasiswa dan produk hasil inkubasi bisnis kampus kini memiliki akses distribusi yang lebih mudah sehingga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui kerja sama ini, UNIDA Gontor berharap hubungan dengan dunia industri semakin erat dan mampu menghadirkan berbagai layanan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, hingga inovasi berbasis teknologi.
Bagi JNE, kehadiran kantor layanan di kampus berbasis wakaf produktif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas jaringan layanan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan hadirnya layanan logistik di lingkungan kampus, aktivitas belajar, penelitian, hingga pengembangan usaha mahasiswa diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. (*)






