Wali Kota Mojokerto Minta Satlinmas Kauman Siap Hadapi Bencana hingga Jaga Kamtibmas, Soroti Ancaman Medsos

oleh -147 Dilihat
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan. (istimewa)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan. (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto mendapat pembekalan untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana dan menjaga ketenteraman serta ketertiban masyarakat (trantibum).

Kegiatan pembekalan tersebut digelar di Taman Dolan Home & Resort, Kota Batu, Sabtu (4/7).

Dalam arahannya secara daring dari Rumah Rakyat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menekankan pentingnya kemampuan dasar anggota Satlinmas, terutama dalam menjaga keselamatan diri sebelum melindungi masyarakat.

“Bagaimana menjaga diri sendiri dulu. Punya keberanian di situ. Baru bisa menjaga keamanan masyarakat yang lain,” kata Ning Ita.

Menurutnya, pelatihan bagi anggota Satlinmas seharusnya lebih banyak berisi praktik dibanding teori. Bentuknya bisa berupa latihan kedisiplinan, membangun kekompakan hingga berbagai simulasi sederhana yang memperkuat kerja sama antaranggota.

Ning Ita juga menyoroti posisi strategis Satlinmas Kelurahan Kauman yang bertugas di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat dan kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung.

Karena itu, menurutnya, pengamanan kawasan publik tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara Satpol PP, pemerintah kelurahan, TNI, dan Polri.

“Alun-alun merupakan area publik yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, perlu sinergi antara pemerintah kota melalui Satpol PP, kelurahan, serta TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga menyinggung konsep pembangunan kota masa depan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rapat Kerja Nasional ke-18 di Medan. Konsep tersebut menekankan pentingnya pembangunan kota yang smart, integrated, and resilient city atau kota yang cerdas, terintegrasi, dan tangguh.

Menurutnya, salah satu bentuk ketangguhan adalah kesiapsiagaan menghadapi bencana. Karena itu, anggota Satlinmas perlu terus mendapatkan pelatihan secara berkala agar mampu bertindak cepat saat kondisi darurat.

“Karena rekrutmen Satlinmas didasarkan pada panggilan hati untuk memberikan manfaat sosial bagi lingkungan, maka mereka harus terus diperkuat melalui pelatihan-pelatihan singkat yang dilakukan secara rutin,” tuturnya.

Selain menghadapi bencana, Ning Ita mengingatkan tantangan menjaga ketenteraman masyarakat kini semakin kompleks. Ancaman tak hanya berasal dari tindak kriminal seperti pencurian dan perampokan, tetapi juga dari penyalahgunaan media sosial.

“Hasutan, fitnah, dan saling adu domba melalui media sosial dapat berdampak besar terhadap ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Ini menjadi tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.