Jangan Tergiur Pinjol, Ning Ita Ajak UMKM Kota Mojokerto Manfaatkan KUR Syariah

oleh -116 Dilihat
Ning Ita mengajak pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok tani di Kota Mojokerto memanfaatkan KUR syariah.(istimewa)
Ning Ita mengajak pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok tani di Kota Mojokerto memanfaatkan KUR syariah.(istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta kelompok tani agar tidak mudah tergiur kemudahan pinjaman online (pinjol).

Sebab, di balik proses pencairan yang cepat, pinjol menyimpan risiko yang dapat mengancam keberlangsungan usaha.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan perbankan jauh lebih aman dan mampu mendukung pengembangan usaha jika dimanfaatkan secara tepat.

Pesan tersebut disampaikan Ning Ita saat membuka kegiatan Capacity Building bertema peningkatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan KUR syariah bagi UMKM, KKMP, dan kelompok tani di Balai Kota Mojokerto, Rabu (8/7).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan guna meningkatkan literasi keuangan digital bagi para pelaku usaha.

“Sekarang yang banyak menjerat masyarakat adalah pinjol. Karena prosesnya sangat mudah, cukup lewat telepon genggam uang bisa langsung cair. Kemudahan inilah yang akhirnya membuat banyak pelaku usaha mikro tergiur, padahal itu juga menjadi ancaman. Jangan sampai UMKM Kota Mojokerto, koperasi, maupun kelompok tani terjerat karena ketidakpahaman terhadap keuangan digital. Makanya hari ini kami memberikan literasi agar mereka terlindungi,” ujar Ning Ita.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha memahami akses pembiayaan yang legal sekaligus terhindar dari berbagai modus penipuan di sektor keuangan digital.

“Kami ingin melindungi masyarakat. Kalau pelaku UMKM mengalami penipuan terkait keuangan, usaha yang modalnya terbatas bisa langsung gulung tikar. Karena itu kami memberikan pemahaman literasi keuangan digital agar mereka tidak menjadi korban,” katanya.

Selain mengingatkan bahaya pinjol, Ning Ita juga mengajak para pelaku usaha memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan perbankan. Menurutnya, permodalan bukan lagi menjadi kendala selama usaha yang dijalankan memiliki prospek yang jelas dan dikelola secara baik.

“Modal itu sebenarnya tersedia. Yang penting usahanya harus jelas, konsumennya jelas, maka akses permodalan juga akan lebih mudah. Melalui kegiatan ini pelaku UMKM bisa memperoleh informasi yang benar mengenai KUR sekaligus mendapatkan pendampingan agar usahanya berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.