KabarBaik.co, Surabaya – Kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak secara alami cenderung menurun seiring bertambahnya usia maupun tingginya aktivitas fisik. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gangguan pada sistem muskuloskeletal, seperti osteoartritis pada lutut, kaki, dan pergelangan kaki, kelainan biomekanika, hingga cedera tendon yang berdampak pada penurunan mobilitas serta kualitas hidup.
Perkembangan ilmu kedokteran menghadirkan regenerative medicine sebagai salah satu pendekatan yang terus berkembang untuk membantu proses pemulihan dan regenerasi jaringan tubuh. Salah satu terapi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan stem cell dan secretome yang penggunaannya tetap mengacu pada indikasi medis dan bukti ilmiah.
Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, National Hospital bekerja sama dengan Mandiri Prioritas, Mandiri Sekuritas, dan Regenic menggelar edukasi publik bertajuk “Regenerative with Stem Cell & Secretome for Better Movement and Better Living” di Vasa Hotel Surabaya, Senin (27/7).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital dr. Amaranto Santoso O., Sp.PD serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Kaki dan Pergelangan Kaki National Hospital, Dr. dr. Henry Ricardo Handoyo, Sp.OT-CF(FA)., M.Biomed., M.H., C.M.C., C.C.D., yang memaparkan perkembangan terapi regeneratif, pentingnya koreksi biomekanika, serta pengelolaan penyakit kronis untuk mendukung proses healthy aging.
Henry Ricardo Handoyo menjelaskan bahwa regenerative medicine menjadi salah satu pelengkap dalam penanganan ortopedi modern. Menurutnya, sendi pada ekstremitas bawah, seperti panggul, lutut, pergelangan kaki, dan kaki merupakan fondasi utama pergerakan tubuh sehingga penanganan cedera maupun kelainan struktur tidak hanya bertujuan mengurangi nyeri, tetapi juga memperbaiki keselarasan (alignment) dan fungsi biomekanika.
Ia menuturkan, stem cell dan secretome merupakan terapi biologis yang memiliki potensi membantu proses pemulihan jaringan. Namun, penerapannya harus melalui evaluasi klinis secara menyeluruh, sesuai indikasi medis, memperhatikan aspek etika dan hukum kedokteran, serta berlandaskan prinsip evidence-based medicine.
Selain terapi, Henry juga menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui evaluasi pola pergerakan tubuh, postur, penggunaan alas kaki yang sesuai, serta penerapan gaya hidup sehat agar fungsi sendi tetap terjaga.
Sementara itu, dr. Amaranto Santoso O. mengatakan konsep healthy aging tidak hanya berfokus pada usia yang lebih panjang, tetapi juga memastikan seseorang tetap aktif, mandiri, dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan terapi regeneratif maupun penanganan ortopedi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, pengendalian penyakit metabolik, pemenuhan nutrisi yang baik, serta penerapan pola hidup sehat menjadi faktor penting dalam mendukung hasil terapi.
Selain membahas aspek medis, kegiatan tersebut juga menghadirkan Head of Surabaya Branch Mandiri Sekuritas Rino Alfian serta Regional Sales Head AXA Mandiri Regional 8 Jawa 3 R. Bintang Permana Putra. Keduanya berbagi wawasan mengenai pentingnya perencanaan kesehatan dan finansial sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan edukasi ini, National Hospital berharap masyarakat semakin memahami perkembangan terapi regeneratif, termasuk peran stem cell dan secretome, serta terdorong mengambil keputusan kesehatan berdasarkan konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut. (*)






