KabarBaik.co, Jember – Dua stadion kebanggaan warga Jember, Stadion Jember Sport Garden (JSG) dan Stadion Notohadinegoro, resmi ditunjuk sebagai arena laga babak 32 besar Liga 4 putaran nasional yang berlangsung pada 10 sampai 16 Juni 2026.
Kendati demikian, PSSI memberikan sejumlah catatan kritis terkait infrastruktur di kedua lokasi tersebut yang dinilai masih memerlukan pembenahan.
Menanggapi rapor merah dari PSSI, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, mengakui adanya kekurangan mencolok pada fasilitas stadion, terutama pada sektor kualitas rumput lapangan yang dianggap kurang memenuhi standar.
“Memang ada beberapa fasilitas yang harus segera diperbaiki, salah satunya kualitas lapangan yang saat ini performanya dinilai belum maksimal,” ujar Halim, Kamis (11/6).
Demi menyukseskan agenda nasional ini, Halim menegaskan bahwa legislatif akan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk segera mengalokasikan dana perbaikan.
Langkah ini rencananya bakal dikawal melalui skema penganggaran yang memungkinkan, termasuk memanfaatkan momentum pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) mendatang.
Menurut Halim, JSG dan Notohadinegoro bukan sekadar tempat bertanding, melainkan aset olahraga raksasa di wilayah timur Jawa Timur yang punya potensi besar jika dikelola dengan serius.
Selain memfasilitasi para atlet lokal, infrastruktur yang mumpuni juga diyakini bisa menjadi ladang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika dirawat dengan baik, aset-aset ini bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah melalui berbagai event, baik olahraga maupun kegiatan besar lainnya. Karena itu, pemerintah daerah dan pengelola stadion harus lebih inovatif agar fasilitas ini lebih produktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Halim mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap fasilitas publik lainnya. Perhatian serupa juga harus diberikan ke sarana olahraga lain, seperti GOR Kaliwates dan lapangan-lapangan komunitas yang tersebar di wilayah Jember.
Baginya, kualitas infrastruktur olahraga adalah cermin dari kemajuan sebuah daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan fisik masyarakat serta prestasi atlet lokal.
“Kelayakan fasilitas olahraga itu tolok ukur kemajuan daerah. Sudah kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan seluruh aset olahraga yang dimiliki Jember,” pungkasnya.(*)






