Proyek Gedung Dominasi Konstruksi Jatim Semester I 2026, Nilainya Tembus Rp 11,6 Triliun

oleh -139 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 08 at 12.52.05 PM
Salah satu pembangunan proyek (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Sektor pembangunan gedung menjadi penopang utama industri konstruksi di Jatim sepanjang Semester I 2026. Di tengah perlambatan aktivitas konstruksi pada awal tahun akibat keterlambatan pencairan anggaran, proyek-proyek bangunan justru mendominasi baik dari sisi nilai investasi maupun jumlah paket pekerjaan.

Ketua Umum Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (APROKI) Aslakhul Umam mengatakan sektor bangunan menyumbang sekitar 58-62 persen dari total nilai proyek konstruksi di Jawa Timur yang mencapai Rp 18,7 triliun pada Semester I 2026. Dengan porsi tersebut, nilai proyek bangunan diperkirakan berada di kisaran Rp 10,9 triliun hingga Rp 11,6 triliun.

“Dominasi sektor bangunan menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi mulai diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, pendidikan, perumahan, hingga fasilitas ekonomi,” ujar Aslakhul Umam, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan selama Semester I 2026 terdapat 1.248 paket pekerjaan konstruksi di Jawa Timur. Sebanyak 789 paket di antaranya merupakan proyek pembangunan gedung atau building, sehingga menjadi kategori pekerjaan yang paling mendominasi.

Menurut Umam, tingginya porsi proyek bangunan didorong percepatan sejumlah program strategis nasional, terutama pembangunan fasilitas pendidikan dan sektor perumahan.

Salah satu proyek terbesar adalah pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dengan nilai mencapai Rp 1,165 triliun. Program tersebut mencakup pembangunan lima sekolah terpadu di Surabaya, Gresik, Tuban, Jombang, dan Sampang yang dilengkapi asrama serta fasilitas olahraga.

Selain itu, rehabilitasi gedung sekolah di 32 kabupaten/kota juga terus berjalan dengan nilai sekitar Rp 145 miliar. Proyek tersebut menerapkan standar bangunan tahan gempa sekaligus hemat energi.

Di sektor perumahan, pemerintah meningkatkan alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) secara signifikan. Jumlah penerima naik dari 4.165 unit pada 2025 menjadi sekitar 33.000 unit pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp660 miliar.

Sementara itu, pembangunan rumah bersubsidi mencapai sekitar 12.500 unit yang tersebar di kawasan Surabaya Raya, Kediri, dan Malang dengan nilai investasi sekitar Rp 1,2 triliun.

Dominasi sektor bangunan juga diperkuat oleh berbagai proyek lain, seperti pembangunan gedung pelayanan publik, pemugaran Gedung Negara Grahadi Surabaya, pembangunan pusat data, gedung perkantoran di Surabaya dan Sidoarjo, hingga penyelesaian Stadion H Agus Salim di Nganjuk.

Dari sisi persebaran investasi, proyek bangunan masih terkonsentrasi di wilayah utara Jawa Timur. Kawasan Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan menguasai sekitar 47 persen nilai proyek. Disusul wilayah Kediri, Malang, dan Jombang sebesar 28 persen, sementara Banyuwangi, Jember, dan Sampang menyumbang sekitar 25 persen.

Meski sempat mengalami kontraksi pada Triwulan I akibat lambatnya realisasi anggaran, Umam menyebut sektor konstruksi mulai menunjukkan pemulihan pada Triwulan II. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai sekitar 7,2 persen seiring mulai bergulirnya pencairan anggaran pemerintah.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa proyek-proyek strategis kembali bergerak,” katanya.

Ia menambahkan dominasi pembangunan gedung tidak hanya mencerminkan meningkatnya aktivitas konstruksi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan sekolah, rumah layak huni, fasilitas kesehatan, hingga gedung pelayanan publik dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.