Perkuat SDM Standar Internasional, Pengprov Muaythai Jatim Gelar Penataran 80 Peserta se-Jatim

oleh -65 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 12.48.06 PM
Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Jawa Timur 2026. (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jatim terus memperkuat kualitas SDM olahraga melalui Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Jawa Timur 2026. Kegiatan yang bertajuk ‘Membangun SDM Muaythai yang Profesional, Berintegritas, dan Berstandar Internasional’ ini berlangsung di Aula KONI Jawa Timur, Sabtu (11/7).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta yang berasal dari 25 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur.

Ketua Pengprov MI Jawa Timur Baso Juherman menyambut tingginya antusiasme peserta sebagai bukti nyata perkembangan olahraga muaythai yang semakin pesat dan diminati masyarakat.

“Penataran kali ini diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota. Antusiasmenya sangat baik. Ini menandakan muaythai sedang berkembang pesat dan semakin banyak digandrungi masyarakat,” ujar Baso.

Ia menambahkan pertumbuhan ini juga ditandai dengan semakin banyaknya kejuaraan yang digelar di berbagai daerah. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pelatih, wasit, dan juri untuk terus mengasah kompetensi serta menambah pengalaman bertugas.

“Semakin banyak kejuaraan yang menggunakan aturan muaythai, maka kebutuhan terhadap pelatih, wasit, dan juri juga meningkat. Ini menjadi peluang sekaligus ladang pengabdian bagi SDM muaythai di daerah,” katanya.

Perkembangan positif ini sejalan dengan deretan prestasi yang diraih atlet Jawa Timur di kancah internasional. Pada Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, tujuh delegasi Jawa Timur berhasil membawa pulang medali: Aldento Brilian Bara Pratama dan atlet muda berusia 16 tahun Elija masing-masing meraih perak, serta Fausta Latifah asal Gresik mempersembahkan perunggu. Sebelumnya di Kejuaraan Asia Vietnam, Jatim juga mengoleksi satu emas dan dua perak.

Penataran ini tak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menyosialisasikan pembaruan regulasi terbaru dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA). Kesamaan persepsi aturan menjadi kunci agar pertandingan berjalan profesional dan meminimalkan sengketa.

“Regulasi IFMA terus berkembang. Semua pelatih, wasit, dan juri harus paham aturan terbaru agar persepsi sama. Sehingga pertandingan lebih profesional dan tidak menimbulkan perdebatan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi persiapan matang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya. Peserta terbaik dari penataran ini akan diproyeksikan mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Tingkat Nasional di Bekasi pada 1–4 Agustus 2026, sebelum bertugas di Kejuaraan Nasional 4–9 Agustus 2026.

“Kami pilih peserta terbaik untuk pelatihan nasional. Harapannya mereka jadi aset nasional dan membawa nama baik Jawa Timur,” tegas Baso.

Sementara itu, atlet Pelatnas sekaligus pemateri Aldento Brilian Bara Pratama menjelaskan materi difokuskan pada teknik dasar seni muaythai agar standar pembinaan di seluruh daerah seragam sesuai aturan internasional.

“Tips paling penting: terus ulang gerakan. Atlet harus benar-benar hafal dan paham teknik. Kalau kurang latihan, saat bertanding bisa kehilangan fokus dan penampilan tidak maksimal,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.