Analisis Pakar: Lonjakan Harga Emas Antam Tembus Rp 3 Juta Sinyal Ketidakpastian Ekonomi Global

oleh -64 Dilihat
Pakar Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya, Dr. Nanik Linawati.

KabarBaik.co, Surabaya – Harga emas Antam mencatat kenaikan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025 hingga akhir Januari 2026. Lonjakan harga bahkan sempat menyentuh angka fantastis, menembus Rp 3.100.000 per gram. Kondisi ini menjadi sorotan banyak kalangan, termasuk pakar ekonomi dari Universitas Kristen Petra Surabaya, Dr. Nanik Linawati.

Menurut Nanik, kenaikan harga emas Antam dalam setahun terakhir diperkirakan mencapai 50–60 persen. Angka tersebut dinilai tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi global.

“Lonjakan harga emas merupakan cerminan dari kecemasan pasar dunia. Investor mencari aset yang lebih aman di tengah situasi yang penuh ketidakpastian,” ujar Nanik, Rabu (11/2).

Meski demikian, dalam beberapa waktu terakhir harga emas mulai menunjukkan kecenderungan menurun. Nanik menjelaskan bahwa pergerakan harga emas memang terbagi dalam dua pola, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

“Pergerakan emas dipengaruhi faktor jangka pendek dan jangka panjang. Kondisi pasar global menjadi penentu utamanya,” jelasnya.

Ia memaparkan, fenomena naik turunnya harga emas dipicu oleh berbagai faktor yang sangat kompleks. Konflik geopolitik, kebijakan tarif antarnegara, hingga dinamika politik dunia menjadi pemicu utama ketidakpastian investasi.

Dalam jangka pendek, kata Nanik, harga emas berpotensi mengalami koreksi. Hal ini terjadi karena sebagian investor memilih mengambil keuntungan setelah inflasi global mulai menunjukkan tanda-tanda terkendali.

“Sebagian investor melakukan profit taking saat kondisi ekonomi terlihat sedikit membaik,” tuturnya.

Namun untuk jangka panjang, prospek harga emas diprediksi tetap berada dalam tren naik. Ketegangan politik global yang belum mereda serta perlambatan ekonomi dunia disebut masih akan menjadi faktor pendorong.

“Ketegangan politik dan perlambatan ekonomi global akan terus mendorong kenaikan harga emas ke depan,” tambahnya.

Nanik menilai kondisi ekonomi dunia saat ini berada dalam fase yang tidak normal. Pola pergerakan harga emas pun tidak lagi sepenuhnya mengikuti kebiasaan lama.

Menurutnya, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau kripto.

Emas bersifat langka dan tidak bisa dimanipulasi oleh kebijakan otoritas mana pun.

“Emas terbentuk melalui proses alam yang sangat panjang dan rumit. Penambahan cadangan emas baru membutuhkan waktu bertahun-tahun,” jelas Nanik.

Karena sifat kelangkaannya itulah, emas kerap dianggap sebagai aset paling aman ketika instrumen investasi lain melemah. Banyak investor menjadikan emas sebagai pelindung nilai saat terjadi krisis.

“Kelangkaan alami menjadikan emas relatif aman saat investasi lain goyah,” tegasnya.

Lebih jauh, Nanik menyebut lonjakan harga emas saat ini sebagai sinyal peringatan terhadap kondisi ekonomi global. Kenaikan drastis tersebut mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap aset-aset produktif.

“Lonjakan harga emas adalah alarm bahwa ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

Dengan berbagai dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan di tengah gejolak ekonomi dunia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.