Korban Anyk merupakan warga Dusun Banjarjo, Desa Besuk, Gurah, Kabupaten Kediri, itu meninggalkan suami dan tiga anak. Suaminya saat ini bekerja di luar negeri.
“Jenazah Anyk sudah dimakamkan di daerah asalanya di wilayah Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,” jelasnya, Sabtu (14/9).
Menurut hasil keterangan autopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, Anyk tewas karena kekurangan oksigen. Dugaan sementara kemungkinan dibekap pelaku. Namun, pihaknya masih terus menyelidiki penyebab korban meninggal. Apakah karena dicekik atau dibekap.
“Penyebab tewasnya intinya lemas kekurangan oksigen. Masih terus didalami, karena bekapan atau apa, dugaan arahnya antara dicekik atau dibekap,” ungkapnya.
Lebih lanjut AKP Nova menjelaskan, korban tak hanya dibunuh. Wanita asal Kediri yang mayatnya ditemukan di kawasan hutan Raden Soerjo jalur Mojokerto-Batu itu juga dirampok.
“Hasil penyelidikan awal mobil, dompet dan ponsel korban tidak diketemukan, arahnya dugaan dibawa pelaku pembunuhan, masih terus kita dalami,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan KabarBaik.co, korban meninggalkan rumah pada Kamis (12/9), sekitar pukul 18.00 WIB.Anyk pergi sendirian mengendarai mobil Suzuki Baleno, membawa ponsel dan dompet. Namun, saat mayatnya ditemukan di hutan kawasam Pacet Mojokerto, mobil, ponsel maupun dompet korban tidak ada. Hanya pakaian yang melekat dan kalung emas yang masih menempel di lehernya.
“Tidak ditemukan di TKP penemuan mayat korban dompet dan ponselnya, kemungkinan besar dibawa oleh terduga pelaku,” jelas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Nova juga menjelaskan pihaknya masih terus menyelidiki tujuan kepergian korban sekaligus orang yang ditemui korban pada Kamis (12/9) malam itu.
“Kami masih meminta keterangan pihak keluarga dan kerabat, teman terdekat korban untuk mendalami siapa yang bersama korban sebelum ditemukan tewas di hutan kawasan pacet,” tandasnya.






