Anggota DPR Ungkap Penambahan Gaji Kepala Daerah Tak Jamin Cegah Korupsi

oleh -748 Dilihat
Screenshot 2025 11 12 171023
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin atau Gus Khozin (muhammadkhozin88)

KabarBaik.co – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengatakan usulan penambahan insentif atau gaji untuk kepala daerah bukan solusi ideal untuk mencegah tindak korupsi. Meski tambahan gaji tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah.

Pria yang akrab disapa Gus Khozin ini menyebutkan dalam praktiknya insentif bagi kepala daerah yang diambil dari persentase PAD telah berjalan lama, yakni sejak tahun 2000. Pencegahan korupsi dan pemberian dana insentif merupakan dua hal yang berbeda.

“Pencegahan korupsi di daerah harus dilakukan dengan sistem, bukan pendekatan personal pejabat. Membangun sistem antikorupsi di daerah itu by law bukan by person,” ujar Gus Khozin di Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut Gus Khozin, pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah harus dilakukan dengan sistem yang dimulai dari hulu. Gus Khozin menjelaskan perubahan UU Pilkada dan UU pemilu dapat menjadi momentum perbaikan dari sisi hulu.

“Momentum perubahan UU Pilkada dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan perbaikan sistem yang dimulai dari sisi hulu,” katanya.

Gus Khozin menambahkan bahwa dana insentif kepala daerah yang parameternya PAD di tiap-tiap daerah telah berjalan lama sejak 25 tahun silam, tepatnya diawali dari terbitnya PP Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Dia menyampaikan insentif itu diberikan sebagai bagian dari stimulus atas kinerja kepala daerah.

Gus Khozin menuturkan dalam Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2) PP Nomor 109 Tahun 2000 telah diatur secara terperinci mengenai presentase dana insentif yang diterima kepala daerah atas capaian PAD di masing-masing daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Irawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.