KabarBaik.co – Angin kencang disertai hujan deras menerjang enam titik di Kecamatan Tembelang dan Megaluh, Kabupaten Jombang, Selasa (2/12) sore. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara seorang pekerja bangunan terluka akibat tertimpa material pendopo atau gazebo yang roboh.
Salah satu lokasi yang terdampak berada di Dusun Ngrawan, Desa Pesantren, Tembelang. Menurut Kepala Dusun Ngrawan, Syukur Ghozali, cuaca buruk itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB.
“Awalnya mendung gelap kemudian hujan deras disertai angin kencang. Ada dua rumah yang terdampak di Dusun Ngrawan, atapnya terbang kena angin. Di Dusun/Desa Pesantren juga ada dua rumah,” ujar Syukur.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga merobohkan sebuah gazebo kayu yang masih dalam tahap pembangunan. Seorang pekerja yang tengah berteduh di bawah bangunan tersebut tertimpa material dan mengalami luka.
“Korban merupakan warga Mojowarno, sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, membenarkan adanya angin kencang yang melanda wilayah Tembelang dan Megaluh. Berdasarkan asesmen tim di lapangan, tiga desa di dua kecamatan dilaporkan terdampak.
“Di Kecamatan Tembelang terdapat Desa Pesantren, sementara di Kecamatan Megaluh ada Desa Sidomulyo dan Desa Sudimoro,” ujar Wiku dalam keteranganya, Rabu (3/11).
Di Desa Pesantren, angin kencang berdampak pada tiga dusun yakni Dusun Pesantren, Dusun Ngrawan, dan Dusun Kedunglempuk. Total tiga rumah mengalami kerusakan ringan, ditambah satu bangunan gazebo ambruk dan menimpa pekerja.
Sementara itu, di Desa Sudimoro satu rumah rusak di Dusun Sudimoro. Di Desa Sidomulyo, satu rumah warga di Dusun Kandangan juga terdampak angin kencang. Semua rumah yang rusak masih dapat ditempati.
“Beberapa warga mendapat bantuan terpal untuk penanganan awal, terutama di Dusun Kandangan. Warga bersama perangkat desa juga bergotong-royong memperbaiki bagian rumah yang rusak,” tambah Wiku.
BPBD Jombang akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait pembersihan material, penanganan darurat, serta edukasi konstruksi bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi angin kencang, terutama pada bangunan yang belum selesai atau memiliki struktur ringan,” pungkasnya. (*)







