Antisipasi Banjir dan Abrasi, Gubernur Khofifah Pasang Bronjong di Tiga Sungai Probolinggo

oleh -117 Dilihat
IMG 20250621 WA0002
Upaya ini merupakan langkah strategis untuk mencegah banjir dan abrasi.

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proyek penataan alur sungai dan pemasangan bronjong di Sungai Kertosono, Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk mencegah banjir dan abrasi yang kerap melanda kawasan tersebut.

Didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Ir. Baju Trihaksoro, Khofifah memantau pemasangan bronjong di delapan titik pada tiga sungai, yaitu Sungai Kertosono, Sungai Kedunggaleng, dan Sungai Laweyan. Pemasangan ini bertujuan mengurangi risiko bencana banjir, terutama saat musim hujan.

“Kita terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur sungai, termasuk di lokasi-lokasi yang terdampak banjir besar. Pemasangan bronjong ini salah satu upaya preventif agar dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Gubernur Khofifah, Sabtu (21/6).

Pemasangan bronjong di Kabupaten Probolinggo mencakup total panjang 367 meter dengan tinggi 7–8 meter. Alokasi titik pemasangan terdiri dari satu titik di Sungai Kertosono, enam titik di Sungai Kedunggaleng, dan satu titik di Sungai Laweyan. Selain itu, dilakukan penataan alur sepanjang 30 meter di Sungai Kertosono.

Proyek ini dijadwalkan rampung dalam 75 hari dengan anggaran sebesar Rp9,05 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur. Khofifah optimistis pekerjaan ini akan selesai pada Agustus 2025.

Selain di Probolinggo, wilayah Lumajang juga menjadi fokus penanganan infrastruktur sungai. Tantangan di Lumajang cukup berat karena aliran material vulkanik dari Gunung Semeru yang terus menggerus bronjong di wilayah tersebut.

“Di Lumajang, pengerjaannya cukup berat karena material Semeru terus terbawa arus. Namun, kami tetap berkomitmen menyelesaikan penanganan ini,” jelas Khofifah.

Tak hanya di Probolinggo dan Lumajang, Pemprov Jawa Timur juga melakukan perbaikan tanggul yang longsor di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, serta pengerukan alur sungai di Kabupaten Pamekasan. Khofifah menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami terus berkeliling ke berbagai daerah untuk menangani masalah infrastruktur sungai, baik melalui pengerukan, perbaikan tanggul, maupun pemasangan bronjong. Mohon doa dari semua pihak agar ikhtiar ini membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Ir. Baju Trihaksoro, menjelaskan bahwa banjir besar pada Februari 2025 sempat merendam rumah warga dan merusak satu gedung sekolah di Desa Kalibuntu. Akibatnya, hampir 500 hektar sawah juga terdampak.

Pemasangan bronjong diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infrastruktur penting sekaligus meminimalkan risiko kerugian bagi masyarakat.

“Selain melindungi sekolah, bronjong ini diharapkan mampu mengamankan lahan pertanian dan infrastruktur lainnya agar tidak lagi terdampak banjir,” tutur Baju.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemprov Jawa Timur optimistis mampu mengatasi tantangan infrastruktur sungai demi kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.