APBD Terpangkas Rp 114 Miliar, DPRD Kota Blitar: Program Harus Diseleksi Ketat

oleh -534 Dilihat
Bangunan prioritas yang dibangun Pemkot Blitar. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Kota Blitar harus menghadapi kenyataan berat usai pemerintah pusat memangkas anggaran daerah. Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim, menyebutkan pemangkasan mencapai sekitar Rp 114 miliar dari total rancangan awal APBD 2025.

Menurut Syahrul, semula perencanaan anggaran mencapai Rp 955 miliar. Namun setelah adanya pemotongan, jumlahnya hanya tersisa sekitar Rp 840 miliar. Kondisi ini dinilai cukup berat karena berdampak langsung pada program dan belanja daerah.

“Intinya kita harus mengencangkan ikat pinggang. Pemangkasan ini terjadi hampir di semua daerah, termasuk Kota Blitar. Dampaknya sangat terasa,” ujarnya, Senin (6/10).

Ia menegaskan, pos-pos anggaran seperti perjalanan dinas, makan-minum, publikasi, serta beberapa item belanja lain akan mengalami efisiensi hingga 20 persen. Bahkan, sejumlah program harus dikurangi baik dari jumlah maupun besarannya.

Meski demikian, DPRD menekankan agar proyek yang sudah berjalan tetap diselesaikan. Syahrul mencontohkan pembangunan Gedung Bela Diri yang telah dianggarkan sejak tahun lalu. “Jangan sampai terkesan mangkrak. Lebih baik kita selesaikan agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Syahrul juga mengakui pembahasan sempat terhenti sesaat lantaran eksekutif harus merombak ulang skema keuangan. Perubahan besar ini membuat sejumlah prioritas perlu ditinjau kembali.

“Kalau prioritasnya belum mendesak, misalnya pembangunan infrastruktur tertentu, itu bisa kita hentikan dulu. Fokus kita pada yang sudah berjalan dan benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.