KabarBaik.co, Surabaya — Puncak arus balik Lebaran yang terjadi pada Selasa (24/3) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya berlangsung lancar. Meski demikian, pergerakan pemudik masih terlihat di Stasiun Surabaya Pasarturi, pada Rabu (25/3).
Berdasarkan pantauan pada Rabu siang, suasana stasiun terpantau lebih lengang dibandingkan sehari sebelumnya. Sejumlah penumpang tampak memilih melakukan perjalanan balik setelah puncak arus usai, demi menghindari kepadatan.
Salah satu pemudik, Udin, mengaku sengaja menunda kepulangan agar perjalanan terasa lebih nyaman. Ia baru saja menghabiskan libur Idul Fitri selama sepekan di Madura dan kini kembali ke Bojonegoro.
“Saya pilih kembali hari ini agar suasananya lebih sepi. Kalau beberapa hari kemarin kan lebih ramai,” ujarnya.
Selain menghindari kepadatan, Udin juga menilai kereta api menjadi pilihan transportasi yang praktis dan nyaman.
“Beli tiketnya online, gampang. Keretanya sekarang juga bersih, aman, dan tidak penuh sesak,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Ferdi, pemudik lainnya, yang juga memilih kembali setelah puncak arus balik berlalu.
“Sengaja cari yang sepi. Seperti hari ini enak, tidak berdesak-desakan dengan penumpang lainnya,” katanya.
Sebelumnya, pada puncak arus balik Selasa (24/3), tercatat sebanyak 54.114 penumpang memadati sejumlah stasiun di wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Data tersebut dihimpun hingga pukul 10.00 WIB.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan jumlah tersebut terdiri dari 30.853 penumpang datang dan 23.261 penumpang berangkat.
Secara keseluruhan, selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11–24 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 633.977 penumpang. Rinciannya, sebanyak 339.941 penumpang berangkat dan 294.036 penumpang datang.
Dengan tren arus balik yang mulai melandai, perjalanan penumpang diharapkan tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman hingga akhir periode angkutan Lebaran.





