KabarBaik.co – Suasana Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (6/4) bertepatan dengan H+6 Lebaran terasa berbeda dari biasanya. Hiruk-pikuk langkah kaki dan suara roda koper yang bersentuhan dengan lantai dermaga terdengar bersahutan ketika Kapal Motor (KM) Lawit yang mengangkut ratusan penumpang dari Makassar akhirnya merapat.
Tepat pukul 13.40 WIB, kapal berwarna putih biru itu menurunkan jangkar dan perlahan sandar di pelabuhan. Satu per satu pemudik turun dengan membawa beragam barang bawaan—dari koper besar, kardus oleh-oleh, hingga tas tangan berisi perbekalan perjalanan panjang lintas laut. Mereka adalah bagian dari gelombang arus balik Lebaran yang memilih moda transportasi laut untuk kembali ke Pulau Jawa.
Salah satunya adalah Mariyam (35), warga Makassar yang kembali ke Surabaya setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman. “Perjalanannya cukup panjang, tapi alhamdulillah lancar dan nyaman. Saya senang bisa mudik, tapi juga lega sudah kembali ke Surabaya,” ujarnya sembari menggendong anaknya yang tertidur.
Pihak pelabuhan sejak pagi telah bersiap menyambut kedatangan KM Lawit. Petugas dari Dinas Perhubungan, staf pelabuhan, dan aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus keluar masuk penumpang agar tetap tertib dan tidak menimbulkan penumpukan.
“KM Lawit membawa ratusan penumpang dari Makassar. Setelah selesai proses bongkar muat penumpang, kapal ini akan melanjutkan pelayaran ke pelabuhan-pelabuhan lain di kawasan Indonesia Timur,” jelas Fachrul, staf Pelabuhan Tanjung Perak, saat ditemui di lokasi.
Untuk memastikan kelancaran arus balik, pelabuhan juga menyiagakan posko Lebaran yang dapat digunakan oleh penumpang yang membutuhkan bantuan informasi atau pertolongan darurat. “Sejauh ini, arus balik terpantau aman dan terkendali,” tambah Fachrul.
KM Lawit sendiri merupakan salah satu armada Pelni yang rutin melayani jalur pelayaran ke wilayah Indonesia timur. Kapal ini menjadi pilihan banyak pemudik karena mampu menampung penumpang dalam jumlah besar serta menyediakan fasilitas memadai untuk perjalanan jauh.
Kedatangan KM Lawit menandai keberlanjutan arus balik pasca-Lebaran yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Bagi banyak pemudik, momen ini menjadi akhir dari perjalanan silaturahmi dan awal kembali pada rutinitas kehidupan sehari-hari. (*)







