KabarBaik.co – Arus peti kemas nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Peningkatan ini mencerminkan menguatnya aktivitas logistik, distribusi barang, serta geliat industri di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menjadi indikator membaiknya pergerakan ekonomi nasional.
PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat total arus peti kemas yang melintas di seluruh terminal kelolaannya sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 13,34 juta TEUs. Jumlah tersebut terdiri atas arus peti kemas domestik sebesar 8,94 juta TEUs dan peti kemas internasional sebanyak 4,40 juta TEUs.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, total arus peti kemas tercatat sebesar 12,48 juta TEUs. Artinya, sepanjang 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 6,87 persen secara tahunan.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyebut peningkatan kinerja ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan pengiriman barang menggunakan peti kemas di berbagai sektor usaha. Tren tersebut juga tercermin dari bertambahnya kunjungan kapal di sejumlah terminal peti kemas.
“Kami mencatat adanya peningkatan kunjungan kapal di beberapa terminal. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya komoditas di masing-masing daerah, yang menunjukkan bahwa permintaan dan distribusi barang juga ikut menguat,” ujar Widyaswendra, Rabu (21/1).
Ia mencontohkan, Terminal Peti Kemas (TPK) Jambi mencatat pertumbuhan arus peti kemas seiring meningkatnya permintaan komoditas semen, yang didorong oleh pembangunan sektor properti di wilayah tersebut. Pertumbuhan serupa juga terjadi di TPK Ternate, sejalan dengan meningkatnya pengiriman logistik untuk mendukung aktivitas pertambangan di Halmahera.
Sementara itu, TPK Merauke turut membukukan kenaikan arus peti kemas seiring bergulirnya sejumlah program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan, yang mendorong kebutuhan distribusi barang dan material.
Dari sisi internasional, Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tumbuh lebih tinggi, yakni 10,28 persen, dari 3,99 juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 juta TEUs pada 2025. Kinerja ini mencerminkan penguatan aktivitas ekspor-impor melalui pelabuhan-pelabuhan nasional.
Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan arus peti kemas internasional dengan kenaikan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penambahan lima layanan pelayaran baru yang melintasi terminal tersebut.
“Arus peti kemas internasional juga meningkat seiring bertambahnya pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang, dan China yang dilayani melalui TPK Semarang,” lanjut Widyaswendra.
Penguatan arus peti kemas ini dinilai sejalan dengan kinerja perekonomian nasional. Ekonom Senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai arus peti kemas memiliki korelasi erat dengan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan III 2025, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,04 persen secara tahunan.
“Industri merupakan faktor kunci perekonomian nasional. Ketika manufaktur dan perdagangan meningkat, nilai ekspor ikut naik, peluang kerja bertambah, dan pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan arus peti kemas,” ujar Didik.
Ia menambahkan, keberhasilan program hilirisasi nikel yang mendorong lonjakan nilai ekspor dari USD 3,3 miliar pada 2017 menjadi USD 33,9 miliar pada 2024 menunjukkan pentingnya industrialisasi, investasi, serta keterhubungan dengan pasar global.
Senada, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Agus Pambagio, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur dan kebijakan kepelabuhanan yang selaras menjadi kunci agar pengembangan sektor logistik dan perdagangan nasional dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.







