KabarBaik.co, Lombok Tengah – Kebakaran hebat yang melanda asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnaja NW Repok Oat di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Senin (23/3) siang, menyisakan kerugian materiil yang cukup besar serta kebutuhan penanganan darurat bagi para santri terdampak.
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIRA itu menghanguskan sebagian besar bangunan asrama. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, sebanyak 150 santri terpaksa kehilangan tempat tinggal sementara akibat insiden tersebut.
Pimpinan Ponpes TGH Muh Khotibuddin, mengungkapkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Tercatat sebanyak 16 kamar asrama hangus terbakar, sementara 16 kamar lainnya mengalami kerusakan ringan.
“Banyak perlengkapan santri yang ikut terbakar, mulai dari pakaian, kitab, hingga barang pribadi lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta,” ujarnya, Selasa (24/3).
Pascakejadian, pihak pondok segera melakukan langkah penanganan darurat dengan mengevakuasi para santri ke lokasi yang lebih aman. Namun, kondisi ini masih jauh dari ideal karena keterbatasan fasilitas penampungan sementara.
Selain itu, bangunan asrama yang terdampak dipastikan tidak dapat digunakan kembali dalam waktu dekat, sehingga kebutuhan akan hunian sementara menjadi prioritas utama.
Saat ini, para santri sangat membutuhkan bantuan logistik darurat berupa pakaian layak pakai, selimut, alas tidur, serta perlengkapan mandi. Upaya pemulihan juga tengah difokuskan pada pembersihan puing bangunan serta pendataan lanjutan kerusakan.
Sementara itu, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi bangunan. Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Tengah yang tiba sekitar 30 menit setelah kejadian berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 12.45 WITA.
Penanganan lanjutan kini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para santri serta rencana rehabilitasi bangunan asrama yang terdampak kebakaran.(*)






