KabarBaik.co, Banyuwangi – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pemerintah menambah dermaga di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Penambahan infrastruktur dinilainya menjadi solusi utama untuk mengatasi antrean panjang kendaraan yang kerap terjadi setiap musim libur.
Hal itu disampaikan Bambang saat meninjau Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (16/3). Dalam kunjungan tersebut, ia memantau langsung layanan pelabuhan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Ia menilai lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur antarprovinsi yang sangat vital karena berperan penting dalam mobilitas logistik, pariwisata, dan pergerakan masyarakat antara Pulau Jawa dan Bali.
“Lintasan ini sangat vital dan potensial, sehingga harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Bambang.
Menurutnya, kepadatan antrean kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk beberapa hari terakhir dipicu oleh irisan momentum Hari Raya Nyepi dan arus mudik Lebaran. Kondisi itu membuat masyarakat mempercepat perjalanan sehingga memicu lonjakan kendaraan.
Meski demikian, ia menilai akar persoalan bukan terletak pada jumlah kapal, melainkan keterbatasan dermaga yang tersedia untuk melayani kapal. Jumlah kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk sudah mencukupi untuk melayani kebutuhan penyeberangan. Bahkan lebih dari 20 kapal terpaksa tidak beroperasi karena terbatasnya dermaga.
Saat ini lintasan Ketapang–Gilimanuk memiliki tujuh pasang dermaga. Namun jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan jumlah kapal yang siap beroperasi.
“Bukan kapalnya yang kurang, dermaganya yang terbatas. Banyak kapal tidak bisa jalan karena tidak mendapat slot sandar,” ujarnya.
Bambang menyebut kondisi dermaga di lintasan tersebut bahkan sudah melebihi kapasitas operasional. Dalam praktiknya, satu dermaga bisa melayani hingga empat kapal secara bersilangan. Akibatnya, sekitar 40 hingga 50 persen kapal di lintasan tidak dapat beroperasi karena tidak mendapatkan giliran sandar.
“Sudah overload, masih ada kapal tersisa lebih dari 50 persen belum mendapatkan dermaga,” katanya.
Karena itu, Bambang mendorong pemerintah segera menambah dua hingga tiga pasang dermaga baru di kedua pelabuhan.
Menurutnya, penambahan dua pasang dermaga saja dapat meningkatkan kapasitas angkut hingga sekitar 40 persen karena delapan kapal bisa beroperasi secara bersamaan.
“Penambahan dua dermaga saja sudah setara menaikkan kapasitas 40 persen. Ini besar dan bisa mencegah penumpukan,” ujarnya.
Bambang menyebut pembangunan bisa dilakukan melalui skema penyertaan modal negara (PMN) kepada PT ASDP Indonesia Ferry atau pendanaan langsung dari APBN. Ia memastikan akan menyuarakan percepatan pembangunan dermaga tersebut dalam rapat paripurna DPR RI.
“Ini sudah menjadi kebutuhan, apalagi mau ada tol yang akan langsung ke Banyuwangi. Jelas ini akan meningkatkan arus wisata menuju Bali. Karena itu tidak bisa harus menunggu lagi, kapasitas pelabuhan harus diperkuat sejak sekarang agar antrean panjang tidak terus terulang setiap musim liburan,” tandasnya.






