KabarBaik.co, Sidoarjo– Pemeriksaan proyek Alun-alun Sidoarjo oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih berlangsung beberapa hari lalu meski proyek revitalisasi alun alun sudah usai. Audit tersebut menyasar pihak-pihak yang terlibat dalam proyek, terutama pengguna anggaran (PA) lama.
Plt. Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono mengatakan dirinya tidak termasuk pihak yang diperiksa. Ia menyebut pemeriksaan difokuskan pada pejabat lama serta pihak perencana, pelaksana, dan pengawas proyek.
“Nah, ini kan sudah diperiksa BPK, yang dipanggil kan PA lama. Jadi diperiksa sama BPK, tapi saya tidak tahu sudah selesai atau belum, nanti pasti ada laporan dari BPK,” ujarnya pada KabarBaik.co ,Sabtu (11/4).
Di tengah proses audit, perbaikan fasilitas Alun-alun tetap berjalan. Hal ini karena proyek masih dalam masa pemeliharaan, sehingga menjadi tanggung jawab penyedia untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
“Saya juga nggak diperiksa, yang diperiksa teman-teman dari perbaikan. Penyedia itu punya kewajiban masa pemeliharaan satu tahun, jadi kalau ada yang rusak harus diperbaiki,” jelasnya.
Sejumlah kerusakan yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat kini mulai dibenahi. Mulai dari pohon palem yang mati, fasilitas yang lepas, hingga permainan anak yang rusak akibat penggunaan yang tidak semestinya.
Perbaikan juga dilakukan pada lantai karet yang sempat menjadi sorotan. Material tersebut telah dibongkar dan diganti oleh pihak pelaksana, dan prosesnya terus dipantau.
Arif menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan alun-alun tetap bisa digunakan masyarakat dengan nyaman dan aman.
“Yang penting sekarang alun-alun bisa dimanfaatkan masyarakat. Hari Minggu pengunjungnya bisa sampai 10 ribu orang,” pungkasnya.
Meski hasil audit belum diumumkan, pemerintah tetap berupaya menjaga kualitas fasilitas agar Alun-alun Sidoarjo tetap menjadi ruang publik yang layak dan diminati warga. (*)








