Baiklah, Sampai Jumpa di Malaysia! Indonesia Mantap Finis Runner Up SEA Games 2025

oleh -855 Dilihat
LOGO SEA GAMES 2025

KabarBaik.co- Gegap gempita SEA Games 2025 resmi berakhir hari ini, Jumat (20/12). Thailand sebagai tuan rumah menutup pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu sebagai juara umum. Ajang ini sekaligus meninggalkan catatan menarik bagi negara-negara peserta. Dari persaingan sengit di arena hingga drama perebutan posisi di klasemen akhir.

SEA Games kali ini menghadirkan cerita-cerita yang tak mudah dilupakan. Dua tahun mendatang, estafet tuan rumah akan berpindah ke Malaysia. Dan dengan penuh optimisme, negara-negara di Asia Tenggara seakan berkata: Baiklah, sampai jumpa di Malaysia!

Bagi kontingen Merah Putih Indonesia, SEA Games 2025 di Thailand seolah menjadi panggung pembuktian. Indonesia tampil konsisten, penuh determinasi, dan akhirnya sukses mengunci posisi runner up klasemen akhir dengan raihan 91 medali emas. Capaian ini terasa istimewa. Sebab, Garuda berhasil menggeser dominasi Vietnam, negara yang dalam beberapa edisi terakhir kerap bercokol nyaman di posisi itu. Prestasi tersebut bukan sekadar soal angka, tetapi juga simbol kebangkitan dan maturasi pembinaan olahraga nasional.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari pun mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia yang telah mencatatkan sejarah dengan finis di posisi dua besar SEA Games 2025. Menurut dia, capaian ini sangat membanggakan mengingat terakhir kali Indonesia menempati peringkat kedua SEA Games terjadi 30 tahun lalu, tepatnya pada edisi 1995 di Chiang Mai. Dia berharap prestasi tersebut menjadi titik kebangkitan olahraga Indonesia di level Asia Tenggara.

Dia juga menekankan pentingnya menjadikan hasil SEA Games 2025 sebagai batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi di Asian Games dan Olimpiade. Okto menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Kemenpora, serta mendorong fokus pembinaan pada cabang olahraga Olimpiade yang menunjukkan peningkatan signifikan dan mampu memenuhi target.

Di SEA Games 2025, sejak hari-hari awal penyelenggaraan, atlet-atlet Indonesia memang sudah menunjukkan sinyal kuat. Cabang-cabang unggulan seperti bulu tangkis, angkat besi, pencak silat, panjat tebing, hingga atletik tampil menyala. Tidak hanya mengandalkan nama-nama senior, Indonesia juga menuai hasil dari regenerasi atlet muda yang berani, lapar prestasi, dan tak gentar menghadapi tekanan. Kombinasi pengalaman dan energi baru inilah yang membuat Indonesia tampil stabil sepanjang kompetisi.

Keberhasilan merebut posisi kedua menjadi semakin manis karena diraih lewat pertarungan ketat hingga hari-hari terakhir. Vietnam terus menempel, sementara Thailand sebagai tuan rumah juga tampil agresif. Namun, Indonesia mampu menjaga ritme, memaksimalkan peluang emas di final-final krusial, dan meminimalkan kehilangan poin di cabang yang selama ini menjadi kekuatan lawan. Hasilnya, Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan kepala tegak dan senyum bangga.

Menatap ke Malaysia

Sementara itu, bagi Malaysia, SEA Games 2025 juga menjadi edisi yang penuh makna. Kontingen Negeri Jiran berhasil menggeser Singapura dari peringkat keempat klasemen medali, sebuah capaian signifikan yang menandai peningkatan performa mereka di level regional. Malaysia hanya terpaut empat medali emas dari Singapura, sebuah selisih tipis yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan tengah klasemen.

Pencapaian Malaysia ini terasa semakin relevan karena mereka akan menjadi tuan rumah SEA Games 2027. Hasil di Thailand bisa menjadi modal kepercayaan diri sekaligus bahan evaluasi penting. Di Thailand ini, Malaysia juga mencatatkan sejarah baru baginya. Yakni, meraih paling banyak jumlah medali di luar sebagai tuan rumah. Dukungan publik tuan rumah dua tahun mendatang, ditambah tren performa yang menanjak, membuat Malaysia berpeluang tampil lebih menggigit dan mungkin menjadi kuda hitam dalam perburuan gelar juara umum.

Malaysia tercatat dua kali meraih gelar juara umum SEA Games sepanjang keikutsertaannya di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut. Kedua prestasi puncak itu diraih saat Negeri Jiran berstatus sebagai tuan rumah, yakni pada SEA Games 2001 dan SEA Games 2017, keduanya digelar di Kuala Lumpur.

Pada SEA Games 2001, Malaysia tampil dominan dengan mengumpulkan 111 medali emas, unggul atas pesaing-pesaing utamanya dan untuk pertama kalinya keluar sebagai juara umum. Kesuksesan terulang 16 tahun kemudian. Pada SEA Games 2017, Malaysia kembali mencatat sejarah dengan menjadi juara umum untuk kali kedua. Tak hanya mempertahankan status sebagai yang terbaik, Malaysia juga membukukan rekor perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di SEA Games, yakni 145 emas.

SEA Games 2025 sendiri mencerminkan dinamika baru olahraga Asia Tenggara. Dominasi tradisional mulai diuji, jarak antarkontingen semakin menyempit, dan kualitas kompetisi kian merata. Tidak lagi ada pertandingan yang bisa dianggap enteng. Setiap medali harus diperjuangkan dengan kerja keras, strategi matang, dan mental baja. Inilah yang membuat SEA Games kali ini terasa lebih hidup dan kompetitif.

Bagi Indonesia, keberhasilan meraih posisi kedua bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan penting menuju agenda yang lebih besar. Asian Games, Olimpiade, hingga SEA Games 2027 di Malaysia sudah menanti. Evaluasi perlu dilakukan, terutama di cabang-cabang yang belum memenuhi target. Sebut saja, sepak bola dan voli putra, yang kali ini lepas. Namun, secara umum, SEA Games 2025 memberikan sinyal positif bahwa arah pembinaan olahraga Indonesia berada di jalur yang tepat.

Lebih dari sekadar klasemen, SEA Games 2025 menghadirkan kisah perjuangan atlet-atlet yang mengorbankan waktu, tenaga, dan emosi demi Merah Putih. Tangis haru di podium, selebrasi penuh makna, hingga kegagalan yang dijadikan pelajaran. Semuanya menjadi bagian dari mozaik besar prestasi olahraga Indonesia. Atlet-atlet Indonesia benar-benar “menyala” di Thailand di tengah disrupsi informasi ’’buruk’’, tidak hanya dengan medali emas, tetapi juga dengan semangat juang yang menginspirasi.

Dan, kala obor SEA Games 2025 dipadamkan, satu pesan kuat tertinggal. Persaingan belum selesai. Asia Tenggara akan kembali bertemu, dua tahun lagi, di Malaysia. Indonesia datang dengan status juara dua yang mantap, Vietnam tentu ingin merebut kembali posisinya, Thailand akan berbenah setelah jadi tuan rumah dan menjadi juara umum, dan Malaysia bersiap-siap menyambut dunia dengan ambisi besar. Baiklah, sampai jumpa di Malaysia! Panggun-panggung besar berikutnya sudah menanti. (*)

Klasemen Medali SEA Games 2025

  1. Thailand, 232 emas, 154 perak, 106 perunggu, total medali 492
  2. Indonesia, 91 emas, 111 perak, 129 perunggu, total medali 331
  3. Vietnam, 86 emas, 79 perak, 110 perunggu, total medali 275
  4. Filipina, 50 emas, 73 perak, 153 perunggu, total medali 276
  5. Malaysia, 56 emas, 57 perak, 116 perunggu, total medali 229
  6. Singapura, 52 emas, 60 perak, 86 perunggu, total medali 198
  7. Myanmar, 3 emas, 21 perak, 46 perunggu, total medali 70
  8. Laos, 2 emas, 9 perak, 27 perunggu, total medali 38
  9. Brunei Darussalam, 1 emas, 3 perak, 5 perunggu, total medali 9
  10. Timor Leste, 0 emas, 1 perak, 7 perunggu, total medali 8

Keterangan: Per Sabtu pagi WIB, 20 Desember 2025

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.