Ban Meletus Saat Isi Angin, Tukang Tambal Ban Tewas Dihantam Pengunci Velg Truk di Gedangan Sidoarjo

oleh -603 Dilihat
52264b40 5f22 4c04 9adb 4288fcb30716
Korban tergelatak meninggal di TKP usai kepala korban dihantam pengunci velg truk. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Seorang tukang tambal ban tewas mengenaskan setelah kepalanya dihantam pengunci velg truk yang terlepas saat ban meletus di Jalan Raya A Yani, tepatnya di utara Sungai Buntung sebelum Fly Over Aloha, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/3).

Korban diketahui bernama Rinto Simangunsong, 48, warga Magersari, Sidoarjo. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian usai dihantam pengunci velg truk yang lepas akibat ban yang di isi terlalu keras.

Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa menjelaskan, peristiwa bermula saat truk tronton bernopol D-9465-VC yang dikemudikan Teguh Irawan, 45, warga Krembung, melaju dari arah Sidoarjo menuju Surabaya.

Namun, sopir terpaksa berhenti karena tekanan udara salah satu ban berkurang atau kempes.

“Pengemudi kemudian berhenti di lokasi tambal ban untuk mengisi tekanan angin. Saat proses pengisian berlangsung, sopir sempat mengingatkan agar tekanan angin tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Meski sudah diingatkan, tekanan ban diduga meningkat terlalu tinggi hingga akhirnya ban truk tersebut meletus. Ledakan kuat itu membuat pengunci velg ban terlepas dan meluncur dengan keras mengenai kepala korban.

“Pengunci peleg ban terlepas dan mengenai kepala korban. Korban meninggal dunia di tempat akibat luka parah di bagian kepala,” jelasnya.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Saat kejadian, korban ditemukan tergeletak di dekat truk, sementara belum ada petugas di lokasi beberapa saat setelah insiden terjadi.

Petugas dari Polsek Gedangan yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta bantuan ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut. Sejumlah saksi, termasuk sopir truk dan warga sekitar, turut dimintai keterangan guna memastikan kronologi kejadian.

Kejadian ini murni kecelakaan kerja yang dipicu oleh ledakan ban akibat tekanan udara berlebih.

“Kami mengimbau agar proses pengisian angin ban, khususnya kendaraan besar, dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat untuk menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pekerjaan tambal ban, terutama saat menangani ban kendaraan berat dengan tekanan udara tinggi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.