Jember Diterjang Banjir, 3.944 KK Terdampak di 8 Kecamatan, Jembatan Putus dan Ratusan Warga Mengungsi

oleh -152 Dilihat
Petugas dan relawan melakukan evakuasi kepada warga terdampak. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2) siang hingga Jumat (13/2) dini hari memicu banjir besar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember, tercatat sebanyak 3.944 Kepala Keluarga (KK) di 8 kecamatan terdampak luapan air sungai.

Hujan yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga 04.20 WIB ini mengakibatkan ratusan warga harus dievakuasi ke tempat pengungsian dan memutus sejumlah akses infrastruktur penting.

Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak paling signifikan dengan total 3.210 KK yang terpapar banjir. Tingginya debit air memaksa sedikitnya 299 jiwa mengungsi ke beberapa titik aman.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menyampaikan, selain pemukiman banjir juga merendam fasilitas pendidikan seperti satu Pondok Pesantren di Kecamatan Ajung yang menampung 30 santri.

Dampak kerusakan infrastruktur dilaporkan cukup serius di beberapa titik, di Kecamatan Panti ada jembatan di Sentul, Desa Suci, dilaporkan putus total, Kecamatan Sukorambi satu jembatan gantung roboh dan jembatan di area perkebunan Kaputren terputus.

Akses lalu lintas di Desa Jubung juga sempat lumpuh total akibat luapan air ke jalan raya dan Kecamatan Kaliwates sejumlah dinding rumah warga jebol akibat terjangan arus, terutama di wilayah Kampung Tengah (Sultan Agung).

BPBD Jember menyebutkan bahwa bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem sesuai rilis kewaspadaan BMKG Jawa Timur periode 10-20 Februari 2026.

Hujan yang turun tanpa henti menyebabkan delapan aliran sungai utama meluap secara bersamaan, termasuk Sungai Bedadung, Sungai Dinoyo, dan Sungai Kalijompo.

“Pada puncaknya sekitar pukul 19.00 WIB, ketinggian air di pemukiman warga berkisar antara 30 cm hingga 2 meter,” ujar Edy.

Hingga Jumat pagi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan relawan masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan.

“Fokus utama saat ini pembersihan material banjir di wilayah terdampak (terutama Kampung Ledok, Kaliwates), pendirian dapur umum di 4 desa di Kecamatan Rambipuji serta distribusi logistik dan bantuan darurat bagi warga yang bertahan maupun yang mengungsi,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat prediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.