Banjir Kali Lamong Bergeser ke Morowudi Gresik

oleh -1473 Dilihat
Kondisi banjir luapan Kali Lamong di Benjeng. (Foto: Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co – Banjir luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik mulai menunjukkan penurunan signifikan. Hingga hari ini, Kamis (27/2), genangan di Kecamatan Benjeng mulai nampak surut di beberapa titik, meskipun masih ada area persawahan yang terendam.

Dibandingkan dengan kondisi sehari sebelumnya (26/2), banjir di Kecamatan Benjeng mengalami kemajuan dalam proses surut.

Di Desa Sedapurklagen, genangan di jalan lingkungan, jalan poros desa (JPD), rumah warga, serta fasilitas umum (fasum) sudah sepenuhnya hilang. Namun, persawahan seluas 50 hektare masih terendam.

Di Desa Deliksumber, genangan di JPD dan fasum sudah surut, tetapi jalan lingkungan sepanjang 300 meter masih tergenang dengan ketinggian 20–40 centimeter (cm). Sepuluh rumah warga masih terendam dengan ketinggian air sekitar 10 cm, menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, ketika 100 rumah masih terendam dan fasilitas umum seperti sekolah serta Ponkesdes ikut terdampak.

Sementara itu, Desa Kedungrukem juga mengalami penurunan genangan. Jalan lingkungan, rumah warga, dan fasum yang sebelumnya terendam kini sudah surut.

Namun, JPD masih tergenang dengan ketinggian air 10–15 cm sepanjang 50 meter. Kondisi ini membaik dibandingkan sehari sebelumnya, ketika lebih dari 700 rumah masih terendam dan jalan desa tergenang sepanjang 3,5 kilometer.

Desa Munggugianti, Bulurejo, dan Kalipadang juga melaporkan perkembangan positif. Semua genangan di jalan lingkungan, rumah warga, dan fasilitas umum telah surut. Hanya saja, di Desa Kalipadang, persawahan seluas 16 hektare masih tergenang.

Di Desa Klampok, genangan di jalan raya telah surut, tetapi beberapa titik di jalan lingkungan dan JPD masih tergenang. Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini tidak ada laporan rumah warga yang terdampak.

Desa Sirnoboyo masih melaporkan adanya genangan. Jalan lingkungan masih terendam air setinggi 5–10 cm, sementara JPD tergenang 5 cm sepanjang 50 meter. Persawahan seluas 10 hektare masih terendam, meskipun kondisi ini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi semakin membaik.

“Sejauh ini, tren genangan air terus menurun, kami terus mengupayakan percepatan penanganan, terutama untuk daerah yang masih terdampak,” ujarnya, Kamis (27/2).

Meski sebagian besar genangan telah surut, perhatian kini beralih pada dampak lanjutan, terutama di sektor pertanian yang masih terendam banjir. Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana berupaya menormalisasi kondisi secepat mungkin agar aktivitas warga bisa kembali seperti semula.

Kondisi ini terus mengalami perkembangan. Wilayah Benjeng mulai berangsur-angsur surut dan sekarang dari pantauan terbaru, banjir mulai merembet ke wilayah Cerme-Morowudi. Merendam jalan raya.

“Belum ada laporan rinci terkait hal tersebut. Masih kami inventarisasi di lapangan,” tutup Sukardi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.