Banjir Kali Lamong Kembali Rendam Wilayah Gresik Selatan, Air Kiriman dari Hulu

oleh -478 Dilihat
IMG 8921
Kondisi banjir di Desa Sedapurklagen, Benjeng, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali merendam sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Gresik, Minggu (21/12). Banjir dipicu meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu sejak Minggu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat, banjir melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng. Dampak genangan terjadi di jalan desa, permukiman warga, hingga area persawahan.

Di Kecamatan Balongpanggang, banjir merendam enam desa. Di Desa Dapet, genangan sempat menghambat aktivitas warga karena merendam jalan lingkungan, rumah warga, serta persawahan, meski kondisi dilaporkan mulai surut.

Hal serupa terjadi di Desa Sekarputih, di mana air menggenangi jalan lingkungan dan rumah warga.

Sementara itu, di Desa Wotansari, banjir merendam jalan poros desa (JPD) dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter dan jalan lingkungan hingga 10 sentimeter. Sejumlah rumah warga terdampak, serta persawahan seluas sekitar 12 hektare tergenang. BPBD mencatat, banjir di desa ini berangsur menurun secara perlahan.

Genangan lebih tinggi tercatat di Desa Karang Semanding. Jalan poros desa tergenang air setinggi 10 hingga 35 sentimeter, sementara persawahan seluas kurang lebih 12 hektare terendam. Di Desa Banjar Agung, banjir menggenangi jalan lingkungan dengan ketinggian 10 hingga 25 sentimeter.

Adapun di Desa Pucung, banjir merendam jalan poros desa setinggi 10 hingga 40 sentimeter dan jalan lingkungan setinggi 5 hingga 10 sentimeter. Sekitar lima rumah warga terdampak genangan air setinggi kurang lebih 5 sentimeter. Selain itu, persawahan seluas sekitar 17 hektare turut tergenang.

Di Kecamatan Benjeng, banjir juga berdampak pada tiga desa. Di Desa Lundo, air menggenangi jalan lingkungan dengan ketinggian 10 hingga 35 sentimeter, serta merendam sekitar lima rumah warga dengan ketinggian air antara 5 hingga 15 sentimeter.

Kondisi lebih parah terjadi di Desa Sedapurklagen. Jalan poros desa tergenang air setinggi 20 hingga 40 sentimeter, sedangkan jalan lingkungan terendam dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.

Persawahan seluas sekitar 70 hektare terendam, serta sejumlah fasilitas umum, antara lain balai desa, sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan PAUD.

Sementara itu, di Desa Delik Sumber, banjir menggenangi jalan poros desa dengan ketinggian air sekitar 5 hingga 15 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik Sukardi menyampaikan bahwa hingga Minggu sore pukul 16.56 WIB tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

“Untuk kondisi terkini, banjir di wilayah Kecamatan Balongpanggang terpantau mengalami penurunan, sementara di Kecamatan Benjeng justru mengalami kenaikan. Cuaca saat ini mendung disertai gerimis,” ujar Sukardi dalam laporan resminya, Minggu (21/12) petang.

BPBD Kabupaten Gresik bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen perkembangan banjir, monitoring tinggi muka air (TMA) Kali Lamong, serta pelaporan berkala kepada pimpinan.

Dalam penanganan banjir ini, BPBD melibatkan unsur kecamatan, pemerintah desa terdampak, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Tim Reaksi Cepat (TRC) desa, serta warga setempat.

BPBD memastikan perkembangan situasi banjir akan terus diperbarui seiring dengan kondisi cuaca dan debit air Kali Lamong.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.