KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan inventarisir dan mitigasi bencana di wilayah setempat. Langkah ini dilakukan sebagai kesiapan menghadapi musim penghujan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan di Banyuwangi beberapa daerah memiliki tingkat kerawanan tinggi bencana hidrometeorologi, utamanya banjir dan longsor.
Salah satunya adalah, Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Beberapa waktu lalu sungai di wilayah terpencil di Banyuwangi selatan ini sempat banjir. Hal tersebut menyebabkan, wilayah itu terisolir.
“Ibu Bupati sudah turun langsung melakukan peninjauan dan memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak,” kata Danang, Kamis (5/12).
Danang menyebut Sukamade sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi. Sungainya dangkal dan dekat laut, sehingga rawan terjadi luapan.
Wilayah Sukamade dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terisolasi jika bencana terjadi. Makanya, pembangunan jembatan diminta untuk segera dilakukan.
“Ibu Bupati juga telah meminta persiapan jembatan penghubung untuk segera dilaksanakan (dibangun). Hal ini agar ketika sungai kembali banjir, warga di seberang tidak sampai terisolasi,” kata Danang.
Selain Sukamade, BPBD juga memetakan daerah rawan lainnya seperti Giri, Glagah, dan pusat kota Banyuwangi. Danang mengaku telah berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas PU Pengairan dan Dinas PU CKPP Banyuwangi untuk memperlancar daerah aliran sungai dan gorong-gorong yang tersumbat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah antisipasi cepat,” katanya.
Di kawasan Kalibaru, BPBD bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk merelokasi warga yang dulunya sempat terdampak banjir bandang ke rumah hunian yang dibangun Pemprov Jatim di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.
“Sebanyak 23 keluarga sudah setuju pindah, dan sebagian warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai masih kami bujuk. Karena ini demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat,” ujar Danang.
BPBD juga siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang. Selain potensi banjir, Danang juga mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan dataran tinggi agar lebih waspada adanya potensi tanah longsor.
“Selain itu kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi pohon tumbang jika sewaktu-waktu terjadi,” katanya.(*)