Banyuwangi Matangkan Kesiapan Revalidasi Geopark Ijen 2026, Bidik Green Card Unesco

oleh -66 Dilihat
tim persiapan revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani untuk memastikan kesiapan Geopark Ijen di Banyuwangi

KabarBaik.co, Banyuwangi – Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun ini. Revalidasi menjadi tahapan penting untuk memperoleh status Green Card bagi Geopark Ijen.

Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco, pada 2023 lalu. Proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut).

Menjelang pelaksanaan revalidasi, tim persiapan revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani untuk memastikan kesiapan Geopark Ijen di Banyuwangi, Rabu (11/2). Tim terdiri atas Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM, Aries Kusworo dan Pemprov Jatim.

“Ini adalah revalidasi pertama. Maka perlu persiapan, karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai. Saya berharap seluruh stake holder Geopark Ijen bisa mempersiapkan ini dengan baik saat asessor melakukan penilaian. Kami ke sini ntuk membahas kesiapan dan melihat langsung progresnya,” ujar Aries saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi.

Selama di Banyuwangi, tim ini menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan pertengahan tahun ini.

Selain menggelar FGD yang diikuti para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso), juga meninjau sejumlah situs geopark ijen. Di antaranya, Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.

“Beberapa rekomendasi yang diberikan Unesco sudah dipenuhi secara bertahap. Selain juga aktif bekerja sama dengan UGG yang lain. Itu menjadi poin tersendiri di penilaian Unesco,” ujar Aries.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pertemuan ini sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi untuk meraih kembali status Green Card Unesco bagi Geopark Ijen.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, status Green Card bukan sekadar label. Namun jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.

“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi dari Unesco yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen. Antara lain, penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke Unesco via Bappenas,” kata Abdillah.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.