KabarBaik.co, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi kopi premium melalui pengembangan varietas langka Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon yang tumbuh subur di lereng Gunung Raung, wilayah Kecamatan Kalibaru. Kopi tersebut kini mulai dikembangkan secara serius sebagai komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Danang Hartanto, mengatakan kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon tergolong varietas langka di Indonesia dan memiliki nilai jual tinggi di pasar kopi kelas atas. Saat ini, kopi tersebut dibudidayakan di lahan seluas sekitar 7 hektare dengan produktivitas rata-rata 1 ton per hektare per tahun.
“Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang mampu mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik, namun Banyuwangi memiliki keunggulan tersebut,” ujar Danang, Minggu (1/2).
Dari luasan lahan tersebut, total produksi kopi green bean mencapai sekitar 7 ton per tahun. Menurut Danang, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan kopi Arabika berkualitas ekspor. Tanah vulkanik yang subur, ketinggian wilayah, serta iklim sejuk dinilai menjadi faktor utama pembentuk karakter rasa kopi.
“Topografi Kalibaru sangat ideal untuk kopi Arabika. Tanahnya subur dan iklimnya cocok sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang khas dan berpotensi menembus pasar internasional,” katanya.
Berdasarkan asal usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika, dan Nikaragua, kemudian dikembangkan di Brasil. Sementara Yellow Bourbon juga berasal dari Brasil. Di Indonesia, varietas ini masuk pada masa kolonial Belanda dan kini dapat ditemukan di beberapa wilayah dataran tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Ciri khas kopi ini terletak pada buah ceri yang berwarna kuning saat matang serta profil rasa yang cenderung manis dengan tingkat keasaman seimbang.
Danang menambahkan, pengembangan kopi langka ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. Pemkab Banyuwangi juga terus mendorong penguatan budidaya, penanganan pascapanen, hingga pemasaran agar kopi Banyuwangi mampu bersaing di pasar global.
“Kami fokus pada kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya lebih baik dan memberikan dampak langsung pada pendapatan petani,” tuturnya.(*)






