Wow! Banyuwangi Satu-satunya Kabupaten di Jatim yang Miliki Bank Sperma Sapi dan Kerbau

oleh -188 Dilihat
Penyimpanan sperma di Bank Sperma Dispertan Banyuwangi

KabarBaik.co – Kabupaten Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang memiliki bank sperma khusus hewan sapi dan kerbau. Bank ini digunakan sebagai tempat menyimpan sperma ternak unggul yang akan digunakan untuk proses inseminasi buatan.

Bank tersebut ditempatkan di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Dispertapa Banyuwangi. Di tempat itu, sperma disimpan dalam tabung kontainer berisi cairan nitrogen cair untuk menjaga kualitasnya.

Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dispertan Banyuwangi, Abdul Rozak mengatakan, di Jawa Timur hanya ada dua Bank Sperma. Satu di Dispertan Jatim dan satu di Banyuwangi.

Di Banyuwangi ada beragam jenis sperma ternak yang tersedia, mulai dari sapi Limousin, Simental, Belgian Blue, Brahman, Peranakan Ongole (PO), Friesian Holstein (FH), Angus, sapi Bali, hingga kerbau. Sperma hewan ternak itu berasal dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari dan Lembang.

“Ribuan sperma sapi tiba 2 minggu sekali sebelum kami distribusikan ke inseminator yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi,” kata dia, Selasa (13/1).

Sperma dikirim dalam posisi beku. Setiba di dinas, sperma lalu disimpan dalam tabung container berisi nitrogen cair. Dalam satu container memuat sekitar 500 hingga 600 straw atau dosis sperma.

“Penyimpanan dilakukan di dalam kontainer khusus yang berisi nitrogen cair. Suhunya minus 196 derajat. Sehingga kualitas sperma bisa bertahan hingga bertahun-tahun asalkan penanganannya benar,” ujarnya.

Pria yang karib disapa Zakky ini menjelaskan di Banyuwangi jenis sperma yang banyak diminati peternak jenis Simental dan Limousin dan Brahman. Jenis itu banyak dipilih karena dinilai sebagai jenis unggul karena perawakannya yang besar.

Ia menyebut, di wilayahnya ada sebanyak 52 petugas inseminator yang rutin melakukan inseminasi. Untuk membuntingkan satu ekor sapi rata-rata dibutuhkan sekitar 1,5 dosis. Satu dosis berisi 0,25 mililiter, yang digunakan sekali pakai saat proses inseminasi.

“Program inseminasi ini terbukti berhasil. Tidak hanya untuk menjaga populasi ternak, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan daging di Banyuwangi serta meningkatkan produktivitas peternak,” terangnya.

Setiap bulan, program inseminasi buatan ini berhasil menghasilkan sekitar 2.300 kelahiran ternak di Banyuwangi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.