KabarBaik.co, Malang – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Malang tahun ini diwarnai kabar duka. Sebanyak lima orang dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci, yang terdiri dari tiga jemaah meninggal dunia dan dua lainnya dalam kondisi sakit.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, membenarkan informasi tersebut. “Ada lima yang tidak berangkat, tiga meninggal dunia dan dua sakit,” ujar Elis, Jumat (24/4).
Meski demikian, komposisi jemaah tetap terjaga. Tiga jemaah yang wafat langsung digantikan oleh calon dari daftar cadangan. Sementara dua jemaah yang sakit tidak dapat digantikan karena statusnya telah masuk dalam sistem keberangkatan.
Menurut Elis, kondisi dua jemaah sakit tersebut telah dilaporkan melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu untuk ditetapkan sebagai penundaan keberangkatan. “Kalau yang sakit tidak bisa diganti, karena sudah masuk Asrama Haji Surabaya, tidak bisa dibatalkan,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, total kuota CJH Kota Malang tetap sesuai manifes awal, yakni sebanyak 1.201 orang.
Pada hari pemberangkatan, jemaah diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 10 sebanyak 43 orang dan kloter 11 berjumlah 475 orang. Setibanya di Asrama Haji Surabaya, seluruh jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.
Secara keseluruhan, musim haji 2026 dari Kota Malang terbagi dalam tujuh kloter. Dari total jemaah, terdapat satu calon haji tertua berusia 96 tahun serta dua jemaah termuda yang masih berusia 16 tahun.
Sebelumnya, pada Rabu (22/4), sebanyak 13 CJH telah lebih dulu diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya bersama rombongan dari Kota Batu. “Kloter terakhir dari Kota Malang dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026, dengan jumlah dua jemaah,” tandasnya. (*)






