KabarBaik.co, Jombang – Sebuah rumah di Perumahan Griya Cemara Asri II, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, tampak lebih ramai dibanding rumah-rumah lain di sekitarnya. Hampir setiap pekan, warga dari berbagai daerah datang silih berganti untuk berkonsultasi dan menjalani terapi kesehatan.
Mereka datang dengan beragam keluhan, mulai dari stroke, saraf terjepit, kolesterol, asam urat, asam lambung, hipertensi hingga hernia. Tujuannya sama, menemui Winarto, seorang pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang yang dikenal masyarakat melalui terapi totok saraf dan refleksi.
Pria yang akrab disapa Pak Win itu ternyata tak hanya melayani warga Jombang. Sejumlah pasien diketahui datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Malang, Tuban, Lamongan, Semarang hingga Cirebon.
Di kalangan pasien, Winarto bahkan lebih dikenal dengan julukan “Pak Win Saraf”. Sebutan itu muncul lantaran banyak pasien yang datang untuk menjalani terapi gangguan saraf, termasuk pemulihan pasca-stroke dan saraf terjepit.
Meski memiliki banyak pasien, Winarto menegaskan aktivitas tersebut bukan pekerjaan utamanya. Hingga kini ia masih aktif bekerja sebagai pegawai pemerintah di lingkungan Pemkab Jombang.
“Saya hanya berusaha membantu semampu saya. Kalau ada orang sakit dan saya bisa menolong, ya saya lakukan. Soal biaya saya tidak pernah menentukan, seikhlasnya saja,” kata Winarto Jum’at (5/6).
Karena masih aktif bekerja, pelayanan terapi dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disepakati sebelumnya. Untuk pasien di wilayah Jombang, Winarto terkadang bersedia mendatangi rumah pasien. Sementara pasien dari luar daerah biasanya datang langsung ke rumahnya atau menjemputnya sesuai kesepakatan.
Menurut Winarto, kegiatan yang dijalaninya selama ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap terapi yang dilakukan dapat membantu proses pemulihan pasien.
“Prinsip saya sederhana, hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain. Selama saya masih diberi kemampuan, saya ingin membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemampuan terapi yang dimilikinya, Winarto mengaku belajar dari tuntunan leluhurnya.
“Saya bisa melakukan terapi ini karena mendapatkan bimbingan dari leluhur atau mbah saya. Dari situlah saya belajar memahami titik-titik saraf dan cara membantu orang yang mengalami keluhan kesehatan. Saya hanya berusaha menjalankan kemampuan yang diberikan untuk membantu sesama,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau melakukan reservasi terapi, Winarto membuka layanan melalui WhatsApp dengan sistem penjadwalan agar pelayanan dapat berjalan maksimal.
Salah satu pasien, Sodiq, warga Denanyar, Jombang, mengaku merasakan perubahan kondisi kesehatan setelah menjalani terapi bersama Winarto. Ia mengaku pernah mengalami stroke hingga tiga kali yang sempat mengganggu aktivitas sehari-harinya.
“Saya kena stroke sampai tiga kali. Alhamdulillah setelah menjalani terapi, sekarang sudah sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Chairul, warga Jalan Gubernur Suryo, Jombang. Ia mengaku mengalami saraf terjepit selama sekitar dua setengah bulan.
“Saraf terjepit sudah 2,5 bulan. Sebelumnya duduk saja tidak bisa karena sakit. Setelah terapi di Pak Win, Alhamdulillah sekarang sudah normal dan bisa beraktivitas seperti biasa,” kata Chairul.
Meski demikian, klaim manfaat terapi tersebut merupakan pengalaman pribadi para pasien. Untuk penanganan penyakit tertentu, masyarakat tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis profesional guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai.






