KabarBaik.co, Surabaya – PT Brawijaya Core Indonesia (BCI) menjalin kolaborasi strategis dengan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) untuk memperluas layanan pelatihan, sertifikasi, dan konsultasi di Jawa Timur. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi ekspansi pasar BCI, sekaligus upaya memperkuat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di tingkat regional.
Direktur Utama PT Brawijaya Core Indonesia, Dilan Sawalius Batuparan, mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan langkah go-to-market perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar, khususnya di wilayah Jawa Timur.
“Kolaborasi dengan Kadin Jawa Timur kami pandang sebagai peluang strategis untuk memperluas akses layanan pelatihan dan sertifikasi bagi institusi pendidikan maupun perusahaan di berbagai sektor industri,” ujar Dilan di Surabaya, Rabu (25/2).
Sinergi ini difokuskan pada pengembangan program pelatihan, sertifikasi profesi, serta layanan konsultasi bisnis. Kadin Jatim sendiri memiliki perangkat pelatihan yang terstruktur melalui Kadin Institut, yang menaungi sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta program peningkatan kompetensi dengan jejaring luas.
Dalam skema yang tengah dijajaki, produk pelatihan Kadin Institut akan dipasarkan melalui jaringan BCI, termasuk mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Brawijaya yang menjadi basis utama pengembangan pasar. Sebaliknya, BCI akan menawarkan layanan konsultasi kepada anggota dan jejaring Kadin Jatim.
Layanan konsultasi tersebut mencakup pendampingan pengembangan bisnis, strategi manajemen, hingga konsultasi kelembagaan bagi pelaku usaha. “Produk pelatihan Kadin Institut dapat kami distribusikan melalui jaringan BCI. Di sisi lain, layanan konsultasi yang kami kembangkan juga bisa dimanfaatkan anggota Kadin untuk penguatan bisnis dan tata kelola,” jelas Dilan.
Secara kelembagaan, BCI merupakan anak perusahaan dari PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), entitas usaha milik Universitas Brawijaya yang berdiri pada 9 Januari 2024 di Malang, Jawa Timur. Kehadiran BCI menjadi bagian dari strategi penguatan unit usaha berbasis kampus yang berorientasi pasar.
BCI resmi diperkenalkan bersamaan dengan pembukaan BREWi JAYA Coffee & Eatery di Jakarta, sebagai simbol ekspansi unit usaha universitas ke sektor yang lebih luas.
Menurut Dilan, pembentukan BCI dilatarbelakangi peluang besar di sektor pelatihan dan konsultasi yang terus tumbuh, baik di lingkungan kampus maupun pasar eksternal. Ia menilai kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan layanan konsultasi profesional semakin meningkat seiring dinamika dunia usaha.
“Kekuatan utama kami ada pada SDM berkualitas dari Universitas Brawijaya, termasuk dosen dan pakar akademik yang memiliki keahlian relevan untuk dikembangkan menjadi produk pelatihan dan konsultasi bernilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Kadin dalam mendorong daya saing pelaku usaha melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang terstandar.
“Kami menyambut baik inisiatif ini karena mempertemukan kekuatan akademik dan kebutuhan industri. Program pelatihan dan konsultasi yang dihasilkan diharapkan lebih tepat sasaran dan aplikatif,” kata Adik.
Ia berharap kerja sama ini berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang yang memberi manfaat konkret bagi anggota Kadin Jatim, sekaligus membuka ruang inovasi dan pengembangan bisnis berkelanjutan di Jawa Timur.






