Beckham Putra Nugraha: Dari Jalanan Bandung ke Panggung Internasional

oleh -79 Dilihat
BECKHAM PUTRA
Beckham Putra, pencetak dua gol ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Sereis 2026, Jumat malam (27/3).

KabarBaik.co, Jakarta- Di jalanan Bandung, seorang bocah bernama Beckham kecil mungkin tak menyangka bahwa kelak namanya akan menggaung di stadion-stadion besar Indonesia. Dinamai sang ayah dengan sentuhan inspirasi dari David Beckham, legenda yang pernah “menendang bola dari hati lapangan ke dalam jiwa lawan”, nama tersebut seolah jadi doa dan petunjuk arah sejak dini.

Beckham Putra Nugraha, lahir pada 29 Oktober 2001 di Bandung, Jawa Barat. Ia memang tumbuh dalam keluarga yang mencintai sepak bola. Sang ayah, Budi Nugraha, mengidolakan David Beckham pada era kejayaannya di Inggris awal 2000-an.

Harapan itu tercermin jelas dalam nama yang diberikan. Bukan sekadar tren, tetapi doa agar Beckham kelak bisa menapaki jejak sepak bola sang idolanya. Bahkan, kakaknya, Gian Zola Nugraha, juga memilih jalur sepak bola, yang menegaskan bahwa olahraga si kulit bundar ini memang mengalir dalam keluarga.

Sejak usia delapan tahun, Beckham kecil sudah menapaki lapangan-lapangan lokal Bandung. Menanamkan mimpi yang perlahan tumbuh seterang lampu stadion malam.

Alur kariernya pun mengalir seperti sungai. Dari akademi Persib Bandung, ia menanjak hingga promosi ke tim senior pada 2018. Naluri mencetak gol terlihat sejak muda, ia menjadi top skor di Liga 1 U‑19, bukti bahwa bakat dan kerja keras bisa bersatu dalam satu tubuh lincah.

Merangkak di Kancah Nasional

Etam — panggilan akrabnya — tak hanya bersinar di level klub. Ia membela Indonesia di kelompok umur U-19 dan U-23 sebelum dipanggil ke tim senior pada 2025.

Puncaknya datang pada 27 Maret 2026, di FIFA Series 2026, ketika Beckham mencetak dua gol ke gawang Saint Kitts and Nevis yang dijaga kiper senior Julani Archibald. Gol pertama pada menit 15 dan kedua pada menit 25 datang dari perpaduan insting tajam dan umpan matang rekannya, Ole Romeny.

Braze itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan. Bukti bahwa mimpi yang tertanam sejak lahir kini telah mewujud nyata. Setelah laga, Beckham pun mengungkapkan perasaannya secara langsung.

“Alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik karena ini pelatih baru, sistem baru. Jadi, kami harus cepat beradaptasi,” ujarnya, mengakui kebanggaannya atas kontribusi dua golnya dalam kemenangan 4–0 Skuad Garuda.

Di lapangan, Beckham seperti pelukis dengan kanvas hijau. Setiap gerakannya adalah goresan kuas ringan namun tajam: menggiring bola, membaca ruang, dan melepaskan tendangan yang menembus jala lawan.

Dua golnya ke gawang Saint Kitts and Nevis bukan hanya statistik, tapi bisikan bahwa mimpi bisa menjadi sejarah. Media dan legenda sepak bola Indonesia pun memuji kecerdasan dan insting golnya, sementara pelatih tim lawan menyebutnya sosok impresif yang layak diwaspadai.

Kesuksesan itu bukan hadiah dari langit. Tapi buah kerja keras dan konsistensi. Demikian juga Beckham. Dari sekolah sepak bola lokal, bertahun-tahun di Persib, hingga panggung internasional, semua adalah proses panjang yang tertanam dalam keluarga pecinta sepak bola.

Dan, dua gol itu seperti musim semi setelah musim dingin panjang. Tanda bahwa Beckham kini bukan sekadar harapan, tapi realitas yang menggetarkan.

Dengan lima caps di timnas senior dan dua gol laga internasional, Beckham Putra Nugraha tak lagi sekadar nama. Tapi, telah menjelma menjadi gelombang baru sepak bola tanah air, pemain yang mampu membawa momen dan makna dalam setiap sentuhan bola, sekaligus mewujudkan doa orang tuanya yang tersemai sejak nama itu dibisikkan. Menjadi pemain yang menginspirasi seperti David Beckham. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.