Belasan Anak di Kota Blitar Ajukan Dispensasi Nikah, Mayoritas Karena Hamil Duluan

oleh -203 Dilihat
a591836d a735 4c16 a0c2 5a9c3b0bd8a7
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Belasan anak di Kota Blitar mengajukan dispensasi menikah selama kurun waktu Januari-Juli 2025. Mirisnya, mayoritas penyebabnya karena hamil di luar nikah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan mekanisme dispensasi kawin (diska) bagi anak di bawah usia 19 tahun.

Menurut Parminto, calon pengantin yang belum cukup umur wajib mendapat keterangan dari perangkat daerah yang membidangi perlindungan anak. Di Kota Blitar, kewenangan itu berada di DP3AP2KB.

“Sebelum diajukan ke pengadilan agama, kami melakukan assessment atau konseling kepada orang tua dan calon pengantin. Tujuannya memberikan pemahaman bahwa menikah di usia anak memiliki banyak risiko, baik mental, sosial, maupun reproduksi,” ujarnya, Kamis (28/8).

Hasil asesmen itulah yang kemudian dijadikan bahan pertimbangan pengadilan agama, apakah permohonan dispensasi kawin disetujui atau tidak.

“Bisa saja tidak diperbolehkan. Tapi yang jelas kami sudah memberikan edukasi dan pertimbangan kepada kedua belah pihak,” tambah Parminto.

Ia menyebutkan, hingga akhir Juli 2025, terdapat 12 permohonan dispensasi kawin yang masuk melalui dinasnya. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 lalu, yang tercatat ada 18 permohonan.

“Penyebabnya karena hamil di luar nikah. Dan orang tua kebanyakan takut menjadi aib,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.