KabarBaik.co, Bojonegoro – Ketinggian muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro mengalami kenaikan sejak Kamis (5/3). Meski saat ini masih berstatus Siaga 1 (hijau), warga yang tinggal di bantaran sungai diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi hujan ringan pada siang hari.
Berdasarkan data pemantauan Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, pada Jumat (6/3) pukul 12.00 WIB TMA Bengawan Solo tercatat mencapai 12,92 peilschaal dengan tren terus meningkat. Angka tersebut naik dibandingkan pemantauan sebelumnya, yakni pada pukul 09.00 WIB berada di level 12,89 peilschaal.
Kenaikan tersebut membuat sebagian warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mulai memantau perkembangan debit air. Sebab, peningkatan permukaan Bengawan Solo kerap dipicu oleh curah hujan di wilayah hulu sungai.
Menurut Tulusno Budi Santoso, agen bencana BPBD Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa wilayah Bojonegoro berpotensi mengalami perubahan cuaca sepanjang hari. “Cuaca diperkirakan berawan dengan suhu sekitar 26 derajat celsius dan kelembapan udara mencapai 85 persen,” terang Tulusno.
Tulusno menambahkan, kondisi siang hari hujan ringan berpotensi turun dengan suhu meningkat hingga 30 derajat celsius. Sementara, kecepatan angin juga diperkirakan cukup kencang, mencapai sekitar 46,3 kilometer per jam dari arah barat.
Sementara, pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca diprediksi kembali berawan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 24 derajat celsius serta tingkat kelembapan udara relatif tinggi hingga mencapai 95 persen. Pemantauan visual di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan Kota Bojonegoro hingga wilayah selatan, timur, dan barat, menunjukkan kondisi langit masih didominasi awan.
“Sampai dengan saat ini kami belum ada laporan kejadian bencana yang dilaporkan akibat kondisi cuaca maupun kenaikan muka air Bengawan Solo,” tambah Tulusno.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan maupun di sekitar bantaran sungai. Sebab, kenaikan debit air Bengawan Solo dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika hujan turun di wilayah hulu sungai. (*)






