KabarBaik.co – Tragedi pilu pembunuhan terhadap Muhammad Axel alias MA (9), putra politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman, masih berselimut mendung. Hingga Sabtu (20/12), pihak kepolisian belum mengumumkan secara terbuka perkembangan signifikan terkait kasus yang mengguncang publik tersebut.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. “Masih dalam pendalaman. Berikan waktu kepada kami, aparat kepolisian, untuk melaksanakan tugas kami. Kami membutuhkan bantuan, dukungan, dan informasi dari rekan-rekan media maupun masyarakat. Jika ada informasi sekecil apa pun, silakan disampaikan kepada Satuan Reserse Kriminal,” ujar Martua kepada awak media, Jumat (19/12).
Martua mengatakan, petugas masih menganalisis alat bukti yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara (TKP). “Sementara ini kami mengumpulkan beberapa alat bukti di lapangan yang harus dikaitkan antara pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran. Semua itu membutuhkan analisis yang matang,” ujarnya.
Dalam perkara ini, delapan orang saksi telah diperiksa untuk mendalami kasus tersebut. “Sementara saksi masih delapan orang dari masyarakat. Mohon doa, karena masih ada beberapa hal lagi yang sedang kami proses. Penyelidikan ini terus berjalan. Kami berharap apa yang menjadi harapan seluruh masyarakat dari peristiwa ini dapat segera terwujud,” tuturnya.
Belum adanya keterangan terbuka dari kepolisian memicu beredarnya berbagai informasi di media sosial. Bahkan, beredar kabar yang belum terkonfirmasi bahwa polisi telah menangkap lima terduga pelaku. Mereka disebut-sebut merupakan orang dekat atau mengenal keluarga korban.
Menurut spekulasi yang berkembang di kalangan warganet, motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi dendam, lantaran para terduga pelaku disebut-sebut baru saja dipecat dan merasa marah kepada keluarga korban. Namun demikian, kepastian informasi tersebut masih menunggu konferensi pers resmi dari Polres setempat.
Yang jelas, sebelumnya Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil autopsi, terdapat 22 luka di sekujur tubuh korban. Luka-luka tersebut terdiri atas 19 luka akibat kekerasan benda tajam dan tiga luka akibat benda tumpul. Dari 19 luka tersebut, terdapat luka tusukan dan sayatan yang tersebar di seluruh tubuh korban.
“Sejauh ini, kami belum menemukan barang bukti senjata tajam maupun benda tumpul yang digunakan pelaku di tempat kejadian perkara,” kata Sigit, Rabu (17/12).
Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Sigit, saat kejadian korban berada di kamar orang tuanya. Pada saat itu, tidak ada anggota keluarga lain di dalam rumah. “Sejauh ini juga belum ada laporan mengenai barang bukti atau barang berharga yang hilang dari rumah tersebut. Motif masih terus kami dalami melalui tahap penyelidikan intensif,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan, petugas juga mendapati bahwa kondisi CCTV di dalam rumah korban dalam keadaan tidak berfungsi. Akibatnya, pergerakan pelaku pada detik-detik kejadian tidak terekam. Meski demikian, pihak kepolisian bergerak cepat dengan memeriksa delapan orang saksi guna menggali keterangan lebih dalam. “Proses penyelidikan ini juga mendapatkan asistensi penuh dari Polda Banten,” kata Sigit.
Pada bagian lain, Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid menjelaskan bahwa kondisi CCTV di rumah korban sudah tidak berfungsi sejak beberapa pekan sebelum kejadian. Dari hasil keterangan, sistem CCTV rumah tersebut tidak menggunakan penyimpanan mandiri, melainkan terhubung langsung ke telepon genggam milik ibu korban.
“Karena handphone sempat rusak, CCTV juga ikut bermasalah. Sempat diperbaiki, namun belum berfungsi optimal,” jelas Firman kepada wartawan.
Jumlah kamera pengawas di rumah korban, lanjut Firman, terdiri dari beberapa unit yang terpasang di dalam maupun di luar rumah. Namun seluruhnya dalam kondisi tidak merekam. “Di dalam rumah ada satu kamera, di bagian bawah satu, di atas satu, dan di luar rumah ada beberapa. Total sekitar lima kamera. Semuanya tidak berfungsi karena pusat kontrolnya di handphone rusak. Aplikasi CCTV juga harus diinstal ulang,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025). Korban merupakan siswa kelas IV SD Al Azhar. “Anaknya sopan, rajin, dan patuh kepada orang tua,” kata Istianto, Ketua RT setempat, kepada media, Rabu (17/12).
Axel merupakan anak dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP Cilegon. Maman dikenal sebagai pengusaha sukses. Pada 2020 silam, ia sempat hampir mencalonkan diri sebagai wali kota, namun urung. Ibu korban diketahui bekerja di salah satu bank milik negara.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui saat Maman menerima telepon dari anak keduanya, kakak korban, yang meminta pertolongan dalam kondisi panik. Maman segera pulang ke rumah dan mendapati Axel dalam kondisi luka parah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sehari kemudian, Rabu (17/12), korban dimakamkan.
Wakil Bupati Serang Najib Hamas turut menghadiri pemakaman korban. Najib yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga korban mengatakan bahwa Maman dikenal sebagai sosok pengusaha yang religius dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
“Haji Maman ini orang baik, pengusaha, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Banyak pemuda di Kota Cilegon yang direkrut menjadi karyawan di proyek-proyek beliau,” ujar Najib kepada awak media.
Najib menyebutkan, jumlah jamaah yang menyalatkan korban sangat banyak hingga memenuhi area masjid. “Jamaah yang hadir luar biasa banyak, seperti jamaah salat Jumat. Ini menunjukkan bahwa keluarga besar Haji Maman sangat dihormati dan dicintai masyarakat,” katanya. Sejumlah tokoh masyarakat dan ulama Kota Cilegon turut hadir, di antaranya KH Fathul Adzim serta tokoh-tokoh daerah lainnya.
Najib mengaku sangat prihatin karena korban masih berusia sembilan tahun. “Korban masih anak-anak, berada di rumah bersama kakaknya, dan tidak melakukan perlawanan. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan kondisi psikologis orang tua korban yang sangat terpukul, terutama saat ayah korban menerima panggilan video dari kakak korban yang memperlihatkan kondisi korban telah bersimbah darah. “Kita bisa membayangkan perasaan seorang ayah melihat kondisi anaknya seperti itu. Ini tragedi yang sangat menyayat hati,” ucapnya.
Najib pun meminta aparat kepolisian agar segera mengungkap pelaku pembunuhan dan menuntaskan kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Kami berharap pihak kepolisian secepat-cepatnya menemukan pelaku dan memberikan hukuman sesuai perundang-undangan. Penegakan hukum yang cepat dan tuntas merupakan bagian dari pelayanan presisi demi menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, tanpa memandang status sosial,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang telah bergerak cepat sejak hari pertama melakukan penyelidikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada unsur kepolisian yang sejak hari pertama telah bekerja keras melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku,” pungkasnya. (*)






