Berhari-hari Air PDAM Mati, Warga Gresik Melekan Malam Demi Setetes Air

oleh -99 Dilihat
KRAN MAMPET

KabarBaik.co- Sudah hampir sepekan air tak lagi mengalir dari keran rumah-rumah warga di wilayah Kabupaten Gresik. Di sejumlah perumahan, warga mengaku terpaksa begadang hingga larut. Mereka berharap tekanan air PDAM atau Perum Giri Tirta tiba-tiba muncul, meski hanya berupa tetesan kecil. Krisis air bersih ini benar-benar memaksa warga berjibaku dengan waktu, tenaga, dan biaya demi memenuhi kebutuhan paling dasar.

Matinya suplai air PDAM Gresik berdampak serius pada aktivitas harian masyarakat. Mulai dari memasak, mandi, hingga keperluan ibadah harus dilakukan dengan sangat terbatas. Tak sedikit warga yang menampung air hujan atau memanfaatkan sisa air galon untuk bertahan. Yang lebih memprihatinkan tentu saja para pelaku UMKM.

“Biasanya jam dua atau tiga dini hari kedang mengalir, walaupun kecil. Kami harus melek, kalau ketiduran ya tidak dapat air. Ternyata semalam melekan, air tidak juga mengalur,” ujar beberapa ibu yang tinggal di Perumahan PPS, Kecamatan Manyar, Kamis (8/1).

Kondisi tersebut diperparah dengan sulitnya mendapatkan air tangki maupun air galonan. Maklum, buntut matinya air, permintaan yang melonjak tajam membuat banyak penyedia kesulitan stok. Kalaupun tersedia, harga melonjak jauh dari biasanya. “Biasanya pesan air tangki bisa langsung datang. Sekarang harus ngantri lama,” kata Ahmad, warga lainnya. Karena itu, keluarganya pun mengaku terpaksa menghemat air secara ekstrem agar keluarganya tetap bisa bertahan.

Pelaku usaha kecil seperti warung makan dan laundry pun ikut terdampak. Beberapa terpaksa mengurani aktivitas sementara karena tak mampu beroperasi tanpa pasokan air bersih. Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kejelasan dari pihak PDAM kepastian kapan air mengalir normal lagi. Bagi masyarakat, krisis ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan menyangkut kesehatan dan kelangsungan hidup serta usaha sehari-hari.

“Air itu kebutuhan utama. Kalau berhari-hari mati begini, kami benar-benar kesulitan,” keluh seorang warga lainnya. Karena air mampet itu, tidak sedikit warga yang memilih ”mengungusi” sementara ke keluarganya di daerah lain seperti Surabaya.

Dengan air PDAM yang tidak mengalir hampir sepekan ini, tentu tagihan bulanan otomatis ikut turun. Minimnya pemakaian air seharusnya tercermin pada angka meteran pelanggan. Namun demikian, sejumlah warga mengaku akan mencermati tagihan pada bulan berikutnya. Apakah benar nanti mengalami penurunan, tetap seperti biasanya, atau justru malah mengalami kenaikan di tengah layanan yang terganggu.

“Kalau airnya mati lama begini tapi tagihan tetap atau naik, tentu sangat tidak masuk akal. Kami akan lihat nanti di rekening bulan depan,” ujar salah seorang warga.

Sebagaimna diberitakan, beberapa wilayah terdampak gangguan layanan air PDAM Gresik kali ini cukup luas. Mulai dari Kedamean, Menganti, Cerme, Duduksampeyan, Suci, PPS, Bunder, hingga kawasan permukiman padat seperti Alam Bukit Raya (ABR), Manyar Gresik Asri (MGA), Srembi, Kedanyang, Gresik Kota Baru (GKB), Griya Kembangan Asri (GKA), Randuagung, dan sekitarnya.

Perumda Giri Tirta Gresik melalui pengumuman resminya menyebutkan bahwa gangguan disebabkan oleh perbaikan kerusakan panel pompa Gould di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legundi. Pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (7/1/2026) dengan estimasi waktu pengerjaan 2×24 jam.

“Sehubungan dengan adanya perbaikan kerusakan panel pompa Gould di IPA Legundi yang akan dilakukan oleh tim Perumda Kabupaten Gresik, estimasi selesai 2×24 jam,” demikian isi pengumuman yang beredar di kalangan pelanggan.

Namun sebelum pengumuman baru tersebut dirilis, ribuan pelanggan telah lebih dulu merasakan dampak mati totalnya pasokan air PDAM. Gangguan sebelumnya terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang memicu longsor, sehingga menghambat proses perbaikan pipa HOPE berdiameter 630 mm di Jalan Raya Daendels, Kecamatan Manyar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.