KabarBaik.co – Nahdlatul Ulama (NU) Blitar Raya akan menggelar Istighotsah Kubro dalam rangka memperingati (Harlah) ke-100 NU. Kegiatan doa bersama tersebut dijadwalkan berlangsung pada besok Sabtu (24/1) di Stadion Soeprijadi, Kota Blitar.
Ketua Organizing Committee (OC) Istighotsah Kubro NU Blitar Raya Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial peringatan harlah. Menurutnya, istighotsah merupakan ikhtiar batin bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat dan bangsa.
“Kita membutuhkan kekuatan doa yang dipanjatkan secara berjamaah agar NU tetap kokoh, solid, dan istiqamah dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya, dikutip dari NU Online.
Hartono menyebut, panitia menargetkan sekitar 32.000 jemaah dari berbagai unsur warga NU, baik dari Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar, akan mengikuti kegiatan tersebut. Rangkaian Istighotsah Kubro akan dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB, dengan agenda istighotsah, tahlil, dan pembacaan salawat.
Peringatan satu abad NU tahun ini mengangkat tema “Memperkuat Khidmah, Menggerakkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Blitar Raya Menuju Peradaban Mulia”. Tema tersebut menjadi penegasan komitmen NU dalam memperkuat peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Pelaksanaan Istighotsah Kubro ini merupakan hasil musyawarah bersama yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, Kota Blitar. Musyawarah tersebut dipimpin Ketua PCNU Kabupaten Blitar Kiai Muqorrobin dan Ketua PCNU Kota Blitar Kiai Habib Bawafi, serta dihadiri jajaran pengurus NU dari Kota dan Kabupaten Blitar.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun resmi Instagram Pemerintah Kota Blitar, panitia juga menyiapkan sebanyak 1.200 santri yang akan terlibat sebagai paduan suara dalam kegiatan Istighotsah Kubro tersebut.

Di sisi lain, Satlantas Polres Blitar Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan jemaah.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno, mengatakan pengaturan arus lalu lintas akan diberlakukan mulai Sabtu (24/1) pukul 06.00 WIB hingga kegiatan selesai. Rekayasa ini mencakup penutupan sejumlah ruas jalan, pengaturan parkir, serta pembagian pintu masuk stadion.
“Kami menyiapkan skema pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar kegiatan berjalan lancar dan jemaah bisa beribadah dengan aman serta nyaman,” ujar Agus, Jumat (23/1).
Untuk mensterilkan kawasan stadion, Satlantas Polres Blitar Kota menutup total beberapa ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan. Penutupan meliputi Jalan Dr. Wahidin, Jalan Bromo, Jalan Kelud, dan Jalan Raung.
Selain itu, sejumlah titik telah disiapkan sebagai kantong parkir jemaah. Lokasi parkir berada di ruas Jalan Kartini, Jalan Anjasmoro, Jalan Ir. Soekarno, Jalan Mohammad Hatta, Jalan Ciliwung, Jalan Kalibrantas, serta area publik seperti Kantor Kecamatan, PIPP, dan Waterpark Sumber Udel.
Agus menegaskan, jemaah yang telah memarkir kendaraan diminta melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju stadion sesuai jalur dan pintu masuk yang telah ditentukan.
Untuk menghindari penumpukan massa, panitia dan kepolisian juga membagi pintu masuk stadion berdasarkan wilayah asal jemaah. Pintu Barat diperuntukkan bagi jamaah dari Kota Blitar, Udanawu, Ponggok, Wonotirto, Wonodadi, dan Sutojayan.
Pintu A digunakan jemaah dari Nglegok, Sanankulon, dan Srengat. Pintu B untuk wilayah Bakung, Kademangan, dan Panggungrejo. Pintu G bagi jamaah dari Binangun, Wates, dan Selorejo. Pintu F melayani jamaah dari Garum, Talun, Wlingi, Selopuro, dan Kesamben, sementara Pintu D untuk wilayah Kanigoro, Gandusari, dan Doko.
Ia mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan Stadion Soeprijadi selama kegiatan berlangsung.
“Kami harap masyarakat dapat bekerja sama dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran acara besar ini,” pungkasnya.(*)







