KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlaku mulai 19 Maret 2026 pukul 08.00 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 08.00 WITA.
Dalam rilis tersebut, BMKG memetakan ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan. Untuk wilayah Selat Lombok bagian utara dan Selat Alas bagian utara diperkirakan berkisar 0,1 hingga 0,5 meter (tenang). Sementara Selat Lombok bagian selatan dan Selat Sape bagian selatan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter (rendah).
Adapun potensi gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB. Kondisi ini menjadi perhatian karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
Seiring dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat atau petir, berkurangnya jarak pandang, hingga risiko baliho roboh dan pohon tumbang.
Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir diharapkan untuk mewaspadai tinggi gelombang yang dapat mencapai 2 meter atau lebih, khususnya di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.
BMKG menekankan pentingnya kehati-hatian demi keselamatan, baik bagi pelaku pelayaran maupun masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar terhindar dari potensi risiko yang ditimbulkan akibat kondisi cuaca dan gelombang tinggi tersebut.(*)






