KabarBaik.co – Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni mengunjungi kediaman Nazril Izzan Khoirulloh, bocah berusia 2 tahun 5 bulan asal Desa Tapelan, Kapas, Bojonegoro, yang menderita kelainan langka Atresia Ani atau lahir tanpa anus.
Kunjungan ini dilakukan usai kasus Nazril ramai diberitakan media. Anak pasangan Moch Siswanto (40) dan Juli Astutik (30) itu telah menunggu selama dua tahun untuk menjalani operasi di RSU dr. Soetomo, Surabaya.
“Alhamdulillah, kami disambut baik oleh keluarga Nazril. Kunjungan ini sebenarnya sudah beberapa kali kami lakukan, bahkan sebelum kasusnya ramai diberitakan,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui di kediaman keluarga Nazril, Selasa (12/8).
Wahyuni menjelaskan beberapa hari lalu pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Direktur RSU dr. Soetomo, Prof. Cita, terkait jadwal operasi Nazril.
“Kasus ini cukup sulit karena memerlukan koordinasi dengan beberapa dokter konsultan, sambil menunggu berat badan Nazril mencapai kondisi ideal untuk operasi,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyayangkan lamanya antrean yang harus dijalani Nazril hingga mencapai dua tahun.
“Kami mengimbau rumah sakit pemerintah untuk meningkatkan pelayanan. Jika pasien sudah memenuhi indikasi operasi, sebaiknya tidak ditunda hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kasihan pasien dan keluarganya,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrat ini juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit milik pemerintah.
“Kami berharap semua RSUD di Jawa Timur menjamin kesehatan masyarakat dan memastikan setiap warga memiliki akses terhadap pelayanan yang adil, bermutu, dan terjangkau, tanpa hambatan finansial,” pungkasnya. (*)






