KabarBaik.co — Tim BPBD Jatim bergerak cepat memperbaiki peralatan Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang.
Peralatan deteksi dini tersebut rusak setelah diterjang material pohon dan bambu yang terbawa arus Sungai Marmoyo.
Tim BPBD Jatim bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jombang langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi EWS pascabanjir. Hasil pengecekan menunjukkan sensor EWS terdampak tumpukan material banjir.
“EWS tersapu material banjir dan tumpukan pohon. Sensornya juga terkena terjangan material bambu,” ujar Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Dadang menjelaskan kerusakan tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Jombang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem itu tidak hanya memicu banjir, tetapi juga berdampak pada peralatan kebencanaan.
Sebagai langkah awal, BPBD Jatim melakukan asesmen dan penanganan sementara di lokasi. Petugas membersihkan material kayu dan pohon yang menumpuk di sekitar EWS dengan menggunakan perahu karet.
“Kami akan segera melakukan perbaikan. Dari pantauan dashboard kami, sejak akhir pekan lalu EWS di lokasi ini memang sudah menunjukkan sinyal status awas,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara.
Sementara itu, BPBD Jatim terus meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Petugas di lapangan diminta siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan daerah rawan bencana, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat. (*)







