KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar turun langsung ke DAM Anjasmoro di Dusun Kalibladak, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.
Peninjauan dilakukan menyusul ramainya informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kebocoran pada bangunan dam tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pengecekan lapangan dilakukan segera setelah isu tersebut mencuat. Langkah itu bertujuan memastikan kondisi aktual dam sekaligus memetakan potensi risiko bagi masyarakat sekitar.
“Agenda kami memang pemantauan lokasi. Karena kemarin sempat viral di media sosial terkait Dam Anjasmoro yang dikabarkan bocor,” ujarnya, Jumay (21/1)
Dari hasil pemantauan, Wahyudi membenarkan adanya kebocoran. Namun, kebocoran tersebut terjadi pada bagian galian, bukan struktur utama bangunan dam.
“Pada prinsipnya memang ada kebocoran, tapi berada di bagian galian,” jelasnya.
Meski begitu, BPBD menegaskan kondisi Dam Anjasmoro saat ini masih dalam kategori aman. Namun, faktor cuaca tetap menjadi perhatian utama, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
“Untuk kondisi sekarang aman, insyaallah. Tapi tetap bergantung pada cuaca. Kalau curah hujan tinggi, tentu risikonya bisa berubah,” katanya.
Wahyudi juga mengingatkan potensi bahaya apabila terjadi kondisi terburuk, seperti jebolnya dam. Dampaknya bisa langsung dirasakan wilayah di sekitar aliran air.
“Kalau sampai jebol, otomatis airnya bisa menyapu area di bawahnya,” ungkapnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kabupaten Blitar telah memasang spanduk peringatan dan menyiapkan skema peringatan dini kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar area yang berpotensi berbahaya.
“Kami siap melakukan peringatan dini dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area rawan. Untuk kewenangan pengelolaan dam sendiri berada di provinsi,” tegas Wahyudi.
Meski kewenangan teknis berada di pemerintah provinsi, BPBD Kabupaten Blitar memastikan tetap menjalankan tugas mitigasi dan pemantauan sesuai tupoksinya.
“Kami sudah melakukan langkah antisipasi sejak awal dengan pemantauan langsung di lapangan,” pungkasnya.(*)







