KabarBaik.co- Alih-alih berburu hasil instan. John Herdman datang untuk Timnas Indonesia dengan peta jalan besar di tangannya. Pelatih asal Inggris itu tidak sekadar mempersiapkan Garuda untuk menang di laga terdekat, melainkan membangun fondasi jangka panjang. Mimpinya, Indonesia mampu bersaing stabil di level Asia, bahkan panggung dunia.
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia memang akan menjalani sejumlah agenda internasional. Mulai dari laga FIFA Match Day hingga turnamen regional. Namun, di bawah asuhan Herdman, setiap pertandingan memiliki makna lebih dari sekadar skor akhir. Semua diarahkan pada satu tujuan, yakni menciptakan tim nasional yang terstruktur, kompetitif, dan berkelanjutan.
Pendekatan ini tercermin dari sistem klasifikasi pemain yang mulai diterapkan. Skuad terbagi ke dalam beberapa lapisan. Tier 1 sebagai tulang punggung utama, tier 2 sebagai pelapis berkualitas, dan tier pengembangan yang diisi pemain muda serta potensi baru. Sistem ini memungkinkan Timnas Indonesia tetap kompetitif tanpa mengorbankan kesehatan pemain inti dan kepentingan jangka panjang.
Laga-laga dalam kalender FIFA menjadi prioritas utama. Di momen inilah Herdman bisa menurunkan kekuatan terbaik, termasuk para pemain yang merumput di luar negeri. Uji coba internasional tidak lagi dipandang sebagai formalitas, melainkan sarana menguji organisasi permainan, disiplin bertahan, serta efektivitas transisi—elemen yang menjadi ciri khas tim-tim sukses di Asia.
Sebaliknya, turnamen seperti Piala AFF tidak ditempatkan sebagai target puncak. Bukan berarti dilepas begitu saja, tetapi lebih difungsikan sebagai ajang pengembangan. Pemain tier 2 dan 3 diproyeksikan mendapat menit bermain lebih banyak, membuka ruang regenerasi sekaligus memperlebar kedalaman skuad nasional.
Fokus Herdman jelas. Menyiapkan Timnas Indonesia untuk kompetisi level atas, seperti Piala Asia 2027 dan siklus kualifikasi Piala Dunia berikutnya. Setiap pemanggilan pemain, setiap uji coba, dan setiap keputusan rotasi diarahkan untuk membentuk mental juara yang tahan uji, bukan euforia sesaat.
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi negara-negara maju di Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang menempatkan proyek jangka panjang di atas kepentingan turnamen regional. Herdman tampak ingin membawa Indonesia ke jalur yang sama—jalur profesional, disiplin, dan berorientasi masa depan.
Bagi publik sepak bola nasional, hasil instan tentu tetap dinanti. Namun, di balik itu, ada proses besar yang sedang berjalan. Jika fondasi ini kokoh, maka kemenangan akan datang sebagai konsekuensi, bukan tujuan semata.
Di tangan John Herdman, masyarakat bola tanah air tentu menggantungkan mimpi Garuda tidak hanya terbang lebih sering, tetapi dipersiapkan untuk terbang lebih tinggi dan lebih lama.
Agenda Laga Internasional
Langkah pertama Herdman dimulai pada 23–31 Maret 2026, saat Timnas Indonesia mengikuti FIFA Series di jendela FIFA Match Day. Pada periode ini, Herdman bisa menurunkan skuad terbaik, termasuk pemain-pemain utama yang bermain di luar negeri, untuk menguji kerangka tim inti dan filosofi permainan yang ingin diterapkannya.
Setelah itu, pada 1–9 Juni, Garuda kembali turun dalam FIFA Match Day berikutnya, menghadapi lawan-lawan internasional dalam rangka uji coba berkelanjutan. Herdman dapat memanfaatkan momen ini untuk memperkuat struktur tim, menyatukan koordinasi antar lini, dan menilai kedalaman skuadnya.
Tak kalah penting, Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung dari 24/25 Juli hingga 26 Agustus, menjadi ajang bagi Herdman menilai pemain tier 2 dan 3, memberi kesempatan debut bagi talenta muda, sekaligus memperlebar opsi rotasi. Herdman menegaskan bahwa turnamen ini lebih berfungsi sebagai arena pengembangan, bukan target puncak tim.
Agenda internasional kembali berlanjut pada 21 September – 6 Oktober, dan ditutup pada 9–17 November, keduanya masuk dalam jendela FIFA Match Day. Setiap laga dalam kalender ini dirancang untuk membangun fondasi kuat bagi tim, yang menjadi persiapan matang menuju Piala Asia 2027 dan siklus kualifikasi Piala Dunia berikutnya.
Tak hanya tim senior, Herdman juga mengawasi regenerasi Garuda muda. Timnas U‑17 dijadwalkan bertanding di Piala Asia U‑17 7–24 Mei, sedangkan Timnas U‑23 akan turun di Asian Games 2026 pada 19 September – 4 Oktober di Jepang, sebagai bagian dari pembentukan generasi masa depan.
Komunikasi dengan Jay Idzes
Melansir Antara, Herdman mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pemain tim Garuda sejak tiga pekan lalu. Herdman resmi menyandang status sebagai pelatih timnas Indonesia pada Sabtu, namun dirinya mengungkapkan sudah berkomunikasi dengan Jay Idzes dan juga beberapa pemain inti lainnya sejak Natal lalu.
Bukan untuk membahas target-target yang ingin dicapai bersama Indonesia, namun dirinya ingin memanfaatkan momen Natal untuk melakukan pendekatan awal dengan menyapa dan memperkenalkan diri sebagai pelatih baru tim Garuda.
“Selama Natal, saya mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada banyak dari mereka bersama keluarga masing-masing. Tapi saya sudah berbicara dengan kelompok inti pemain. Saya sudah melakukan percakapan, percakapan panjang, dengan kapten dan beberapa pemain senior,” kata pelatih 50 tahun itu di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, setelah jumpa pers perkenalan resminya.
“Bukan untuk langsung membahas Piala Dunia, tapi untuk mengenal mereka sebagai manusia dan memperkenalkan diri saya,” tambah dia.
Tahap selanjutnya yang akan ia lakukan adalah melakukan pembicaraan dengan pemain-pemain tim Garuda dalam dua pekan ke depan secara virtual untuk memahami pandangan mereka terhadap perjalanan dua tahun menuju Piala Dunia 2026 yang kandas di Arab Saudi pada Oktober tahun lalu.
Perjalanan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah dimulai sejak Oktober 2023 pada putaran pertama melawan Brunei Darussalam di era pelatih Shin Tae-yong. Indonesia kemudian melanjutkan babak kualifikasi di putaran kedua, lalu putaran ketiga, sebelum terhenti di putaran keempat di tangan Arab Saudi dan Irak di bawah asuhan Patrick Kluivert.
“Dalam dua minggu ke depan, saya akan melakukan konferensi video dengan para pemimpin inti tim untuk memahami kampanye kualifikasi Piala Dunia, mendengar sudut pandang mereka, memahami motivasi mereka, mengapa mereka bermain untuk Indonesia, dan apa yang mereka inginkan dari perjalanan ini. Percakapan-percakapan itu akan terjadi dalam dua minggu ke depan,” ungkap Herdman, pelatih yang kembali membawa Kanada ke Piala Dunia setelah 36 tahun absen.
Setelah itu, pelatih asal Inggris itu akan mengunjungi Eropa untuk melihat secara langsung kualitas pemain-pemain timnas di kompetisi daratan biru.
Adapun pemain-pemain tim Garuda yang berlaga di Eropa di antaranya adalah Jay Idzes (Sassuolo) dan Emil Audero (Cremonese) di Italia, Kevin Diks (Borussia Moenchengladbach) di Jerman, Calvin Verdonk (Lille) di Prancis, Ole Romeny (Oxford United) di Inggris, Ragnar Oratmangoen (Dender) dan Joey Pelupessy (Lommel) di Belgia, serta Justin Hubner (Fortuna Sittard) dan Dean James (Go Ahead Eagles) di Belanda.
“Akhir Januari hingga awal Februari, saya akan pergi ke Eropa untuk melihat lingkungan latihan mereka, mendengarkan mereka secara langsung, serta mencari pemain lain yang mungkin siap untuk bergabung. Ini akan menjadi periode yang sangat sibuk, dan pada tahap ini mendengarkan pemain serta memahami perspektif mereka adalah hal yang paling penting,” pungkasnya. (*)







