KabarBaik.co, Surabaya – Proses pemilihan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Surya Sembada Kota Surabaya kini menjadi sorotan. Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono menekankan pentingnya aspek profesionalisme dan visi inovatif dalam menentukan nahkoda baru perusahaan penyedia air tersebut.
Pria yang akrab disapa Buleks ini menyatakan bahwa calon pimpinan Perumdam Surya Sembada harus memiliki pemahaman mendalam terhadap regulasi serta mampu menyajikan program kerja yang konkret. Menurutnya, kepemimpinan ke depan tidak boleh hanya terpaku pada rutinitas, tetapi harus membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Calon pimpinan itu selain menguasai perundang-undangan, setidaknya harus punya program yang jelas. Bisa memaparkan evaluasi, temuan, dan progres yang ke depannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Buleks saat ditemui diruang komisi B DPRD kota Surabaya, Kamis (5/2).
Dorong Transformasi ke Air Layak Minum
Salah satu poin krusial yang disoroti Ketua Fraksi PDI Perjuangan–PAN ini adalah peningkatan kualitas air. Buleks mendorong agar di bawah kepemimpinan baru nanti, Perumdam Surya Sembada tidak hanya mendistribusikan air bersih, tetapi mampu bertransformasi menyediakan air yang layak dikonsumsi langsung.
Ia menyayangkan kondisi saat ini di mana warga yang sudah teraliri air tetap harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air minum kemasan atau galon.
“Warga sudah teraliri air bersih, tetapi untuk konsumsi masih membeli air dari luar. Ini tidak praktis. Kalau air Perumdam bisa langsung dikonsumsi, masyarakat lebih efisien dan Perumdam berpotensi menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) karena pemakaian otomatis meningkat,” jelasnya.
Digitalisasi dan Pelayanan Humanis
Menuju visi Surabaya sebagai kota dunia, Buleks juga mendesak adanya percepatan transformasi digital, terutama pada sistem pencatatan meter air yang dinilai masih manual dan kurang efisien. Ia berharap direktur terpilih mampu membawa sistem pelayanan yang lebih modern namun tetap humanis.
Mengingat Perumdam Surya Sembada merupakan BUMD dengan kontribusi PAD terbesar bagi Kota Surabaya, Buleks meminta proses seleksi berjalan murni secara profesional tanpa adanya intervensi.
“Yang dibutuhkan itu profesional, tidak ada titipan. Jangan memilih kucing dalam karung. Pilih yang benar-benar menguasai Perumdam dan punya rekam jejak kerja yang baik,” tegasnya menutup pembicaraan. (*)







