KabarBaik.co – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto menggelar operasi pasar secara masif di Jombang untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dalam kegiatan ini, Bulog menyalurkan sekitar 200.000 liter MinyaKita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar dan toko pengecer. Salah satu lokasi pemantauan dilakukan di Pasar Pon Jombang.
Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan.
“Di Pasar Pon Jombang saja, kami sudah menyalurkan sekitar 8.000 liter MinyaKita ke 13 toko sesuai pesanan pedagang,” ujar Husin saat ditemui di Jombang, Sabtu (24/1).
Husin memastikan stok MinyaKita dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog Mojokerto memiliki cadangan sekitar 200.000 liter dan jumlah tersebut akan terus ditambah sesuai kebutuhan pasar.
“Kami pastikan ketersediaan MinyaKita aman, terutama menghadapi periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri,” kata dia.
Selain minyak goreng, Bulog juga menyalurkan beras SPHP sebagai upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran. Penyaluran ini mengacu pada kebijakan terbaru dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.
Melalui aturan tersebut, Bulog kini dapat mendistribusikan MinyaKita secara langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua.
Skema ini dinilai mampu mempersingkat rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen lebih terkendali.
Dalam pemantauan di lapangan, petugas juga memastikan harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
MinyaKita dijual seharga Rp 15.700 per liter, sedangkan beras SPHP dibanderol Rp 58.000 per kemasan 5 kilogram, masih di bawah HET sebesar Rp 62.500.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jombang Suwigyo mengatakan pengawasan harga dilakukan setiap hari untuk mencegah praktik spekulasi.
“Kami lakukan pengawasan harian agar tidak ada pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jombang, Hikha Ratri Widyasanti, menyebut penyerapan beras SPHP di Jombang menunjukkan tren positif dan berkontribusi besar terhadap stabilitas harga.
“Rata-rata satu toko menyerap sekitar dua ton beras per minggu. Dengan 13 toko di satu pasar, total penyerapan bisa mencapai 26 ton per pekan. Ini sangat membantu menekan kenaikan harga beras,” kata Hikha. (*)






