Bulog Jatim Tancap Gas Serap Gabah Petani, Capai 200 Ribu Ton Setara Beras Sebelum Puncak Panen

oleh -78 Dilihat
IMG 20260301 WA0005
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu (batik kuning). (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur terus mengakselerasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani meski puncak panen raya belum tiba. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di sentra produksi.

Penyerapan dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil di tingkat petani, sekaligus menopang stabilisasi pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu, mengungkapkan hingga 28 Februari 2026 serapan GKP telah mencapai 379.582 ton atau setara 200.000 ton beras. Angka tersebut dinilai sangat signifikan karena melampaui realisasi serapan selama satu tahun penuh pada periode 2022 hingga 2024.

“Capaian 200 ribu ton setara beras ini juga jauh di atas capaian pada tanggal yang sama tahun 2025 yang sebesar 52.409 ton setara beras. Artinya, tahun 2026 kita memulai dengan jauh lebih baik, hampir empat kali lipat,” ujar Langgeng, Sabtu (28/2).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kesiapan menyeluruh yang telah dipersiapkan sejak awal tahun. Mulai dari pembentukan dan optimalisasi Tim Jemput Pangan (TJG), kesiapan anggaran belanja GKP, hingga penguatan koordinasi dengan TNI, Polri, serta para penyuluh pertanian di lapangan.

Bulog juga menggandeng mitra maklon untuk mempercepat proses pengolahan gabah petani agar penyerapan berjalan optimal. Intensitas koordinasi dengan dinas terkait di daerah pun terus dilakukan, termasuk pemantauan langsung ke lokasi-lokasi panen.

“Kami membuka jalur informasi seluas-luasnya. Jika ada informasi lokasi panen, silakan disampaikan melalui Babinsa atau penyuluh pertanian. Tim Bulog akan segera turun dan melakukan pembayaran sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram,” tegasnya.

Memasuki puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung Maret hingga Mei 2026, Bulog Jatim optimistis dapat memenuhi target serapan sebesar 883 ribu ton setara beras sepanjang tahun ini. Optimisme itu didukung kesiapan jaringan gudang, mitra penggilingan, serta dukungan lintas sektor di daerah.

Di lapangan, kebijakan tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Sandya Evi Yulianto, petani asal Jombang, membenarkan hasil panennya diserap Bulog sesuai HPP. Ia mengelola lahan seluas dua hektare dengan produktivitas sekitar enam hingga tujuh ton per hektare.

“Harga Rp6.500 per kilogram sangat membantu kami, apalagi biaya produksi sekarang cukup tinggi,” ujarnya. Ia mengapresiasi langkah pemerintah dan Bulog yang dinilai memberi kepastian harga di tengah fluktuasi pasar.

Tak hanya fokus pada penyerapan gabah, Bulog Jatim juga memperkuat perannya sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Hingga berita ini dirilis, Bulog Jatim telah mengirimkan beras ke sembilan provinsi dengan total 70.000 ton, dan jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah sesuai kebutuhan daerah.
Di sektor komoditas lain, Bulog Jatim juga mendapat penugasan distribusi Minyak Kita. Hingga 28 Februari 2026, sebanyak 6,2 juta liter telah disalurkan dari total pasokan 8,7 juta liter kepada 2.350 pedagang pasar, KDMP, dan RPK di 160 pasar.

Selain itu, program beras SPHP yang sebelumnya berlangsung hingga Februari 2026 dipastikan kembali bergulir pada Maret 2026. Dengan demikian, pasokan beras selama Ramadan dan menjelang Lebaran tetap terjaga di pasar dan berbagai outlet penyaluran.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bulog Jatim menegaskan komitmennya tidak hanya menyerap hasil panen petani secara maksimal, tetapi juga memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terkendali di tengah momentum panen raya dan peningkatan kebutuhan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.