Bulutangkis Kediri Andalkan Sparing dengan Senior, Siapkan 7 Atlet untuk Porprov Jatim 2025

oleh -535 Dilihat
c971513c 5454 4ff1 8e11 8c30c8832267 scaled
Sesi latihan atlet bulutangkis Kabupaten Kediri jelang Porprov Jatim 2025. (Foto: Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Cabang olahraga bulutangkis Kabupaten Kediri terus mematangkan persiapan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Salah satu strategi yang diandalkan pelatih adalah memperbanyak sparing atau latih tanding dengan para atlet senior sebagai ajang pembentukan mental.

“Sparing dengan kakak-kakaknya itu penting. Mental tanding anak-anak jadi terbentuk. Karena lawan terberat itu bukan orang lain, tapi diri sendiri,” ujar Seno Hargo Winardi, pelatih bulutangkis Kabupaten Kediri, (9/6).

Untuk ajang Porprov tahun ini, tim akan menurunkan tujuh atlet: enam putra dan satu putri. Atlet putra dijadwalkan turun di nomor beregu dan perorangan, sementara sektor putri hanya akan bertarung di kategori perorangan.

Fokus latihan saat ini juga diarahkan pada penguatan chemistry, terutama untuk sektor ganda campuran. Menurut Seno, kekompakan pasangan bisa menjadi senjata utama untuk mendulang poin.

“Untuk yang ganda, terutama campuran, kita fokus di chemistry. Kalau dapat partner yang klop, itu jadi kekuatan sendiri,” imbuhnya.

Model latihan yang diterapkan merupakan kombinasi antara klub asal atlet dengan pemusatan latihan (training camp/TC) resmi. Dalam seminggu, TC dijalankan tiga kali, sementara sisanya dilanjutkan di klub masing-masing.

“TC tiga kali seminggu. Sisanya latihan di klub. Jadi intensitasnya tetap tinggi,” jelas Seno.

Dari hasil tes fisik, sebagian besar atlet tercatat memiliki kondisi di atas rata-rata. Namun, pelatih tetap mencatat adanya perbaikan yang diperlukan, terutama dalam pengelolaan waktu istirahat atlet.

“Alhamdulillah fisiknya bagus. Ada yang sangat cukup. Tinggal perbaikan istirahat saja, supaya lebih maksimal,” tambahnya.

Evaluasi dari Porprov sebelumnya juga menjadi bahan pembelajaran penting. Seno menyebut, beberapa atlet sempat mengalami gangguan mental seperti gugup berlebihan hingga mual sebelum pertandingan.

Oleh karena itu, sparing melawan tim dari Madiun, Kota Kediri, serta rencana latih tanding ke Malang menjadi bagian dari strategi peningkatan mental.

“Tahun lalu ada yang grogi berat sampai muntah. Makanya sekarang kita genjot jam terbang. Hasil laga persahabatan juga cukup bagus. Mental mereka mulai terbentuk,” jelasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.