KabarBaik.co – Dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Kencong Bupati Jember Gus Fawait kembali menegaskan komitmennya pada dua program prioritas, pengobatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) dan percepatan penyaluran insentif bagi para guru ngaji.
Pertemuan interaktif dengan guru ngaji, tokoh masyarakat, dan warga Kencong ini menjadi sarana penting untuk memastikan implementasi kebijakan daerah berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.
Gus Fawait menekankan bahwa sejak 1 April 2025, seluruh warga Jember berhak memperoleh layanan berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk pelayanan untuk ibu hamil dan proses persalinan.
“Mulai 1 April, seluruh warga Jember kalau sakit bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia. Termasuk ibu hamil dan melahirkan, semuanya gratis,” kata Gus Fawait, Sabtu (22/11).
Ia mencontohkan, ada kasus seorang warga Jember yang merantau di Surabaya, namun tetap dapat berobat gratis setelah aktivasi UHC dilakukan melalui Puskesmas Kencong.
“Diaktifkan di sini, tapi bisa berobat gratis di Surabaya. Alhamdulillah,” jelasnya.
Bupati juga meminta seluruh ketua pengajian, guru ngaji, dan tokoh masyarakat untuk aktif menyebarkan informasi bahwa hak atas layanan kesehatan gratis ini berlaku tanpa batasan administrasi.
Selain kesehatan, dialog di Kencong juga menyoroti kendala pendataan insentif guru ngaji. Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka belum menerima insentif akibat masalah teknis di tingkat desa.
Bupati langsung merespons dengan meminta jajarannya melakukan pengecekan data satu per satu agar tidak ada guru ngaji yang terlewat. Ia menegaskan kembali alur resmi pendataan: harus diputuskan melalui musyawarah desa (musdes)sebelum diusulkan ke kabupaten.
“Alurnya dari Kepala Desa. Dibahas di musdes, baru sampai ke kami. Tidak boleh ada yang dilewati,” tegasnya.
Gus Fawait meminta warga yang merasa berhak tetapi belum tercantum dalam data untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing agar proses verifikasi dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
Dengan memastikan UHC gratis berskala nasional dan mempercepat penyaluran insentif guru ngaji, Gus Fawait berharap kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Yang terpenting, kebijakan yang kita tetapkan harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Pemerintah hadir untuk memastikan itu semua,” pungkasnya. (*)







