KabarBaik.co – Adanya dugaan tindakan asusila oleh oknum Pondok Pesantren (Ponpes) Mahdiy di Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran kepada santriwatinya membuat warga Sidoarjo gempar. Padahal terduga korban masih di bawah umur, Plt. Bupati Sidoarjo pun angkat bicara.
Sugandi mengatakan akan segera melakukan pemanggilan pada pondok pesantren tersebut untuk melakukan tabayyun, meminta klarifikasi serta kejelasan kejadian. “Secepatnya akan kita panggil, kita tanyakan,” katanya, Jumat (21/6).
Jika nantinya memang ada bukti yang mendukung terjadinya tindakan asusila itu, maka pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya penanganan pada aparat penegak hukum. Hal ini agar bisa meredam keresahan yang terjadi di masyarakat.
Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan agama, seyogyanya ponpes bisa membangun karakter anak bangsa yang lebih baik lagi, paham moral dan religius.
“Kasian anak kita. Orang tua sudah menitipkan anaknya untuk membangun pondasi agama. Ternyata ada pengasuh tidak memiliki moral, kan kasian anaknya,” jelasnya.
Pihak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun bahkan tak segan untuk menutup ponpes jika memang terbukti bersalah. “Bisa kita cabut izinnya agar semua ponpes juga berhati-hati,” katanya.
Tidak boleh pengasuh memiliki karakter yang buruk hingga berbuat asusila. “Biarkan penegak hukum menjalankan sesuai ketentuannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Sidoarjo Moh Solehuddin mengaku baru mengetahui adanya kasus dugaan tindakan asusila tersebut.
“Dulu sempat memang ponpes tersebut ada masalah dengan warga akibat pengeras suara yang terlalu over, kalau ini baru kami ketahui kabarnya,” katanya.
Nantinya, kata Sholahuddin, pihak Kemenad Sidoarjo akan meninjau langsung ke lokasi ponpes berada. “Kita hanya bisa berikan rekomendasi, dan pencabutan izin serta penutupan kewenangan dari Kemenag RI, tapi kita akan terus pantau dan lakukan tindakan tegas,” ujarnya. (*)






