KabarBaik.co, Banyuwangi – Asosiasi sopir logistik mengapresiasi petugas setelah terurainya kemacetan panjang di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Meski demikian para sopir yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) dan Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER) menuntut negara memberi solusi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terulang.
Koordinator Utama Lintas Organisasi Asosiasi Sopir Logistik Slamet Barokah, memastikan antrean menuju pintu masuk pelabuhan sudah tidak lagi terhambat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sopir truk logistik kembali merasa nyaman setelah sebelumnya menjadi pihak paling terdampak akibat kemacetan ekstrem hingga mencapai 15 kilometer.
“Kami sudah memastikan antrean benar-benar clear dan terurai. Para sopir truk logistik kini sudah kembali mendapat kenyamanan,” kata Slametz
Hingga Minggu (5/4), arus lalu lintas di jalan nasional Situbondo-Banyuwangi terpantau kembali lancar setelah sempat tersendat selama sepekan sejak 28 Maret lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan yang melintas sudah bisa bergerak leluasa. Volume truk dan kendaraan besar di sejumlah kantong parkir penyangga juga mulai berkurang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Meski kondisi sudah normal, mewakili asosiasi sopir ia meminta pemerintah pusat segera membenahi sarana, prasarana, dan infrastruktur di Pelabuhan Ketapang agar kemacetan serupa tidak kembali terjadi pada periode libur panjang maupun lonjakan penumpang berikutnya.
“Tolong negara hadir, karena ini untuk kemaslahatan umat,” bebernya.
Farid Hidayat, pengurus ASLI, menilai kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan menuju Bali yang tidak diimbangi kapasitas fasilitas penyeberangan. Ia menegaskan evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan karena Ketapang merupakan salah satu lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia.
“Kalau ini tidak dievaluasi, ke depan kemacetan bisa lebih parah karena intensitas kendaraan logistik terus tinggi,” ujarnya.
Di sejumlah kantong parkir, aparat kepolisian masih berkeliling untuk memastikan arus kendaraan menuju pelabuhan tetap lancar. Petugas juga membagikan nasi bungkus dan minuman kepada para sopir yang masih menunggu giliran menyeberang.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang selama sepekan berjibaku mengurai kemacetan di jalur Ketapang,” tandasnya.(*)






