Macet 5 Hari di Ketapang, Pengguna Jasa Mengeluh Rugi

oleh -614 Dilihat
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan di Pelabuhan Ketapang membuat pengguna jasa merugi dan mengeluh. Betapa tidak kemacetan ini telah berlangsung selama lima hari hingga hari ini Rabu (1/4).

Para pengguna jasa mengeluhkan kemacetan merugikan mereka, baik dari sisi materiil maupun waktu. Mereka berharap, pemerintah memberi solusi jangka pendek dan jangka panjang agar kemacetan tak berlarut maupun terulang.

Pantauan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, pada Rabu sore terpantau sejauh 14 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Kendaraan yang terjebak kemacetan mayoritas didominasi oleh, truk logistik, pikap, bus, dan mobil pribadi.

Salah satu pihak yang menghabiskan waktu paling lama di jalan raya adalah para sopir truk logistik. Mereka tak bisa salip kanan-kiri seperti pengendara kecil lain.

Ketika akan sampai di muka Pelabuhan Ketapang, mereka juga tak bisa langsung masuk ke area dalam. Para sopir truk besar harus menuju kantong parkir sembari menunggu giliran menyebrang.

Hal tersebut terjadi karena tak semua dermaga bisa digunakan oleh truk logistik ukuran besar. Dermaga yang bisa dipakai oleh para sopir truk logistik adalah dermaga LCM dan Bulusan.

Made, salah satu sopir truk logistik, mengaku sudah dua hari terjebak kemacetan. Waktu yang paling lama ia habiskan di kantong parkir, menunggu gilingan masuk ke kapal.

“Saya membawa muatan kaleng sarden bekas menuju Denpasar,” kata warga Kabupaten Jembrana.

Waktu yang habis diperjalanan membuat biaya yang harus ia keluarkan membengkak. Kebutuhan bahan bakar, makan-minum, dan lainnya melebihi perhitungan awal ketika berangkat.

“Kebutuhan ya jadi bertambah, berkali-kali lipat,” ujarnya.

Katijo, sopir pikap pengangkut aneka sayur dan buah tujuan Bali mengaku merugi akibat kemacetan tersebut. Hampir setiap hari ia menyebrang untuk mengirim komoditas yang relatif cepat layu atau busuk itu.

“Saya kirim ke pasar di Denpasar untuk dijual di sana. Karena macet, saya jadi beberapa kali telat sampai ke pasar. Harusnya jam 9 malam sudah sampai dan mulai berdagang, gara-gara macet pernah baru sampai jam 2 pagi,” kata dia.

Karena kemacetan ini ongkos bahan bakarnya membengkak. Belum lagi, risiko dagangan tak habis karena telat tiba di pasar.

Ucok, sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) juga mengeluhkan kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Berjam-jam ia harus menunggu waktu untuk bisa menempuh perjalanan belasan kilometer.

“Saya banyak dikomplain sama penumpang,” kata Ucok.

Kemacetan ini, kata Ucok, terasa aneh sebab jadwal puncak arus balik telah berlalu. Posko angkutan Lebaran juga telah ditutup oleh otoritas kekait.

Baik Katijo, Rizky, Made, dan Ucok berharap, kemacetan di Pelabuhan Ketapang bisa ditangani. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Bagi Katijo, misalnya, kelancaran di Pelabuhan Ketapang menjadi penting sebab hampir tiap hari ia beraktivitas di lintasan tersebut untuk bekerja.

Usulan-usulan yang muncul untuk mengatasi kemacetan, misalnya dengan penambahan dermaga, bisa menjadi solusi agar kemacetan tak terulang pada moment-moment padat penumpang selanjutnya.

“Dengan begitu, arus lalu lintas bisa lancar, terutama saat padat seperti mudik dan balik,” kata salah satu dari mereka.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.